Ada Festival Bakso di GBK, dari yang Legendaris hingga Viral Kumpul Semua!
JAKARTA, iNews.id – Siapa bilang menikmati bakso dari berbagai daerah harus keliling Indonesia? Akhir pekan ini, pencinta kuliner bisa menemukan puluhan racikan bakso dalam satu lokasi di Plaza Sudirman, Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta Pusat.
Ya, sebanyak 50 pedagang bakso hadir membawa cita rasa andalannya, mulai dari bakso legendaris yang sudah bertahan lintas generasi hingga bakso viral yang belakangan ramai diburu di media sosial.
Deretan stan yang berjajar menawarkan pengalaman berbeda di setiap mangkuknya. Ada bakso dengan kuah kaldu gurih yang dimasak berjam-jam, bakso khas daerah dengan racikan bumbu yang sulit ditemukan di kota lain, hingga kreasi modern yang lahir mengikuti selera generasi muda.
Bakso memang bukan sekadar makanan pengganjal lapar. Hidangan sederhana ini telah lama menjadi bagian dari keseharian masyarakat Indonesia. Hampir setiap daerah memiliki ciri khas sendiri, baik dari tekstur bakso, racikan kuah, sambal, maupun pelengkap yang disajikan.
Hong Kong Jadi Destinasi Ramah Muslim Terbaik Kedua Dunia 2026, Surga Wisata Halal di Asia!
Di tengah derasnya tren kuliner yang terus berganti, bakso justru menunjukkan kemampuannya untuk bertahan.
Sebagian pedagang tetap mempertahankan resep warisan keluarga yang sudah dikenal pelanggan selama puluhan tahun. Sementara yang lain memilih berinovasi lewat ukuran, isian, hingga penyajian agar mampu menarik perhatian pasar yang lebih muda.
Keberagaman itulah yang membuat festival ini terasa seperti perjalanan kuliner Nusantara dalam satu tempat. Pengunjung dapat berpindah dari satu stan ke stan lainnya untuk membandingkan cita rasa bakso khas Wonogiri, Solo, Malang, hingga berbagai daerah lain tanpa harus bepergian jauh.
Fenomena tersebut juga mencerminkan besarnya peran kuliner dalam perekonomian nasional.
Berdasarkan data Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, subsektor kuliner menjadi penyumbang terbesar produk domestik bruto (PDB) ekonomi kreatif Indonesia dengan kontribusi sekitar 41,06 persen. Angka itu menunjukkan bahwa di balik semangkuk bakso, ada ribuan pelaku usaha yang menggantungkan hidup dari bisnis kuliner.
Marketing Director PT Sasa Inti Agus Nugraha mengatakan, kekuatan bakso terletak pada kemampuannya mengikuti perkembangan zaman tanpa kehilangan identitas sebagai makanan yang dekat dengan masyarakat.
"Kuliner bakso Indonesia memiliki kekuatan karena mampu terus bertumbuh tanpa kehilangan kedekatannya dengan masyarakat. Ada resep yang telah dijaga selama puluhan tahun, tetapi ada juga inovasi baru yang menghadirkan pengalaman berbeda bagi konsumen," ujar Agus dalam keterangan resminya, Minggu (26/7/2026).
Tahun ini, jumlah pedagang yang ikut serta dalam Festival Sasa Bakso Vaganza 2026 meningkat dua kali lipat dibanding penyelenggaraan sebelumnya.
Mereka terbagi dalam tiga kategori, yakni bakso legendaris, bakso Nusantara, dan bakso viral. Keberagaman tersebut membuat pengunjung dapat menikmati lebih banyak pilihan rasa sekaligus mengenal cerita di balik usaha yang mereka bangun.
Menurut Agus, perjalanan panjang kuliner bakso tidak bisa dilepaskan dari peran para pelaku usaha yang terus menjaga kualitas rasa agar pelanggan tetap kembali.
"Melalui festival ini, kami ingin mengapresiasi para pelaku usaha sekaligus memperlihatkan kekayaan rasa yang dimiliki kuliner bakso Indonesia. Bagi Sasa, perjalanan panjang bersama masyarakat Indonesia juga menjadi bagian dari cerita yang terus berkembang, dari generasi ke generasi," tuturnya.
Festival yang berlangsung hingga 26 Juli 2026 itu menargetkan sekitar 14.000 pengunjung. Bagi pencinta bakso, ajang ini menjadi kesempatan untuk mencicipi puluhan rasa berbeda dalam satu kunjungan sekaligus melihat bagaimana kuliner favorit masyarakat Indonesia terus berkembang tanpa kehilangan akar tradisinya.



