AS Habiskan Rp671 Triliun untuk Perang Lawan Iran, Minta Tambahan Anggaran Lagi

AS Habiskan Rp671 Triliun untuk Perang Lawan Iran, Minta Tambahan Anggaran Lagi

Terkini | inews | Rabu, 22 Juli 2026 - 17:40
share

WASHINGTON, iNews.id - Menteri Pertahanan (Menhan) Amerika Serikat Pete Hegseth menyebut perang melawan Iran telah menghabiskan dana 37,5 miliar dolar AS atau sekitar Rp671,3 triliun. AS bersama Israel menyerang Iran sejak 28 Februari. Perang yang sempat dijeda gencatan senjata sejak awal April, pecah kembali pada 7 Juli. Namun kali ini tak melibatkan Israel.

Angka terbaru itu diungkap Hegseth kepada para senator dalam rapat dengan komite anggaran, Selasa (21/7/2026) waktu setempat.

Dia dan Pemimpn Kepala Staf Gabungan Dan Caine ditanya oleh para senator mengenai pengajuan anggaran pertahanan tambahan sebesar 1,5 triliun dolar, termasuk hampir 70 miliar dolar untuk perang dengan Iran.

“Perkiraan yang kami miliki hingga hari ini adalah 37,5 miliar dolar,” kata Hegseth, saat ditanya senator dari Partai Demokrat, Dick Durbin, seperti dikutip dari Al Jazeera.

Hegseth menambahkan, angka tersebut sudah mencakup biaya operasi dan pemeliharaan yang berlangsung hingga akhir September mendatang, namun tidak memberi rincian spesifik.

Angka terbaru itu lebih tinggi sekitar 8 miliar dolar dibandingkan angka yang dirilis pemerintahan Presiden Donald Trump pada Mei, yakni sebesar 29 miliar dolar.

Meski demikian, angka 37,5 miliar dolar itu jauh lebih rendah dibandingkan perkiraan lembaga lain. Moody's Analytics memperkirakan biaya perang, termasuk dampaknya di dalam negeri, mencapai 150 miliar dolar. Angka itu sudah termasuk memperhitungkan faktor-faktor lain, seperti lonjakan harga energi AS.

Hegseth juga menyinggung tekanan pada persediaan senjata AS akibat perang yang dilancarkan AS dan Israel terhadap Iran sejak 28 Februari.

Dia mengatakan pendanaan dibutuhkan untuk memperluas jalur produksi serta mempercepat pengiriman amunisi yang sangat dibutuhkan. 

"Kita berbicara tentang motor roket padat, JDAM (Joint Direct Attack Munition), hipersonik, dan kemampuan anti-drone," ujarnya.

Sementara itu senator Partai Demokrat, Patty Murray, mempertanyakan pengajuan anggaran yang sangat besar tersebut, mencakup permintaan pendanaan untuk pengerahan Garda Nasional ke Washington DC, operasi AS terhadap terduga penyelundup narkoba di Karibia, dan patroli militer di perbatasan AS.

“Jadi, saya akan terus terang. Sejujurnya, permintaan Anda tidak masuk akal,” kata Murray, kepada Hegseth.

Topik Menarik