Menteri PU soal Nama Istri-Anak di Surat Kunker AS: Cuma untuk Urus Visa
JAKARTA, iNews.id - Menteri Pekerjaan Umum (PU), Dody Hanggodo memberikan tanggapan ihwal bocornya surat kunjungan kerjanya ke Amerika Serikat (AS) yang viral di media sosial. Surat tersebut menjadi sorotan publik lantaran turut mencantumkan nama istri dan anaknya.
Dody mengaku bingung atas tudingan yang menyebut dirinya menggunakan anggaran negara untuk keperluan keluarga. Dia menegaskan pencantuman nama istri dan anaknya murni hanya untuk kelengkapan administratif dalam pembuatan visa.
Terlebih, dia mengungkapkan namanya sendiri bahkan tidak tercantum sebagai peserta kunjungan yang dibiayai oleh APBN. Hal itu dia ketahui setelah Sekretaris Jenderal Kementerian PU, Apri Artoto menyertakan daftar nama peserta dalam surat susulan kepada Kementerian Sekretariat Negara (Kemensetneg).
"Itu kan proses permintaan visa saja. Cuma saya juga agak bingung kenapa kemudian saya dituduh memakai anggaran negara? Karena saya sempat baca Pak Sekjen itu bersurat lagi ke Pak Mensesneg, nama-nama orang yang dibiayai oleh APBN atas perjalanan itu, nama saya pun enggak ada. Ada beberapa orang, semua ASN-nya PU, nama saya pun enggak ada di situ," kata Dody di Kantor Kementerian PU, Jakarta, Rabu (22/7/2026).
Dody mengaku tidak mengetahui secara persis terkait daftar nama dalam surat permintaan visa yang beredar. Menurutnya, pembuatan surat administrasi tersebut tidak melalui meja kerjanya, melainkan langsung dikoordinasikan dengan Kementerian Luar Negeri (Kemenlu).
"Ya mungkin karena itu sudah bukan sesuatu yang krusial, bukan barang baru mungkin ya, karena itu kan cuma sekadar permintaan visa saja ke Kedutaan Besar Amerika lewat Kemenlu. Jadi mungkin ya enggak perlu lewat saya, mungkin begitu kali," ucap dia.
Lebih lanjut, Dody menegaskan belum berkomunikasi lagi dengan Sekjen Kementerian PU terkait polemik surat tersebut. Dia menilai permasalahan ini tidak perlu diperpanjang karena pada akhirnya rencana kunjungan kerja tersebut dibatalkan.
"Belum, saya belum pernah bicara lagi sama beliau soal gitu-gitu. Soal surat visa kan? Saya sudah enggak jadi berangkat, terus apalagi yang mau dibicarakan sama Pak Sekjen? Nggak ada lagi gunanya kan," tutur Dody.
Sebelumnya, publik diramaikan oleh beredarnya surat perjalanan dinas Kementerian PU terkait rencana lawatan Menteri PU Dody Hanggodo ke AS untuk menghadiri forum High-Level Meeting on the Midterm Review of the New Urban Agenda.
Surat yang bocor ke publik tersebut memicu kontroversi karena turut melampirkan nama anggota keluarga Dody, yakni sang istri, Irma Hermawati yang tercatat menggunakan paspor diplomatik, serta anaknya Aurellia Tsabitha Meidirama yang menggunakan paspor biasa. Hal inilah yang kemudian memicu tuduhan kunjungan keluarga tersebut dibebankan pada anggaran negara.
Sekjen Kementerian PU, Apri Artoto juga telah memberikan penjelasan ihwal surat itu. Apri menegaskan rencana perjalanan dinas itu tidak menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
Dia mengatakan, penacatan nama anak Dody dalam dokumen kedinasan Kementerian PU semata-mata untuk kelengkapan administrasi.
"Memang itu surat dari saya, seorang Sekjen Kementerian PU, dan surat itu adalah untuk kelengkapan administrasi dalam pengurusan visa. Jadi, memang kegiatan yang akan dilakukan itu masih bersifat tentatif,” ujar Apri di Kementerian PU, Jakarta, Selasa (7/7/2026).
Menurut dia, pencatatan nama anak Dody ditujukan untuk penerbitan visa Kemlu yang merekomendasikan daftar nama anak Dody dijadikan dalam satu dokumen dengan sang ayah untuk memuat ulang visa.
"Terkait di dalam daftar itu ada anggota keluarga, itu memang di dalam komunikasi kami dengan kementerian ke luar negeri, dalam rangka pengurusan visa, itu sebaiknya memang dijadikan di dalam satu daftar," pungkas dia.










