MotoGP 2026 Sulit Diprediksi, Ducati Akui Kekuatan Aprilia Sudah Setara

MotoGP 2026 Sulit Diprediksi, Ducati Akui Kekuatan Aprilia Sudah Setara

Olahraga | inews | Selasa, 21 Juli 2026 - 08:51
share

BORGO PANIGALE, iNews.id – Persaingan MotoGP 2026 semakin sulit diprediksi setelah Ducati dan Aprilia menunjukkan kekuatan yang nyaris berimbang sepanjang paruh pertama musim. Bos Ducati Lenovo, Davide Tardozzi, menilai kualitas pembalap kini menjadi pembeda utama dalam perebutan gelar juara dunia.

MotoGP 2026 merupakan musim terakhir penggunaan mesin berkapasitas 1.000 cc. Mulai musim depan, seluruh tim akan menghadapi regulasi baru dengan mesin 850 cc.

Menjelang perubahan besar tersebut, Ducati dan Aprilia justru terlibat duel ketat. Kedua pabrikan asal Italia itu bergantian mendominasi balapan dan merebut podium tertinggi pada paruh pertama kompetisi.

Aprilia langsung membuat gebrakan melalui Marco Bezzecchi yang menyapu bersih kemenangan dalam tiga seri pembuka. Dominasi tersebut baru terhenti ketika Alex Marquez bersama Gresini Ducati memenangi balapan di Jerez, Spanyol.

Setelah itu, Ducati dan Aprilia saling bertukar kemenangan. Aprilia membukukan finis satu-dua di Le Mans, Prancis, sebelum Ducati membalas di Catalunya, Spanyol.

Aprilia kembali menunjukkan kekuatan besar pada akhir pekan balapan di Mugello, Italia. Namun, Ducati bangkit melalui Marc Marquez yang mencatat empat kemenangan beruntun di Balaton Park, Hungaria, dan Brno, Republik Ceko.


Ducati dan Aprilia Saling Berbalas Kemenangan

Aprilia kembali tampil dominan di Assen, Belanda. Ducati kemudian menutup paruh pertama musim dengan kemenangan ganda Marc Marquez di Sachsenring, Jerman.

Ketatnya persaingan dua pabrikan tersebut juga tercermin di klasemen sementara. Jorge Martin bersama Aprilia Racing memimpin dengan koleksi 208 poin.

Ai Ogura dari Trackhouse Aprilia menempati posisi kedua dan tertinggal 14 poin dari Martin. Marc Marquez berada di urutan ketiga dengan selisih 18 angka dari pemuncak klasemen.

Marco Bezzecchi yang sedang mengalami cedera juga masih berada dalam jalur perebutan gelar. Pembalap Aprilia Racing tersebut tertinggal 22 poin dari posisi teratas.

Fabio Di Giannantonio bersama Pertamina Enduro VR46 Racing Team juga belum kehilangan peluang. Dia hanya terpaut 24 poin dari Martin.

Tardozzi memperkirakan keseimbangan kekuatan Ducati dan Aprilia akan bertahan hingga musim berakhir. Menurut dia, karakter sirkuit akan menentukan motor mana yang lebih diunggulkan pada setiap seri.

“Kami selalu kompetitif. Memang ada beberapa insiden yang kurang menguntungkan pada awal musim, begitu juga dengan rival kami,” kata Tardozzi dilansir dari Crash, Senin (20/7/2026).


Pembalap Jadi Penentu Perebutan Gelar

Tardozzi menilai performa motor Ducati dan Aprilia kini sudah berada pada level yang sama. Kondisi tersebut membuat kemampuan pembalap semakin menentukan hasil balapan.

“Saya pikir motor Ducati dan Aprilia sekarang sama kompetitifnya. Saya rasa situasi ini akan terus berlangsung hingga akhir musim,” ujar Tardozzi.

Dia juga menilai setiap lintasan memiliki karakter berbeda. Kondisi tersebut dapat memberikan keuntungan bagi Aprilia maupun Ducati.

“Di beberapa trek seperti Silverstone, Inggris, Aprilia mungkin sedikit lebih difavoritkan. Di trek lain, kami yang menjadi favorit. Namun, sekarang pembalaplah yang membuat perbedaan,” tuturnya.

MotoGP 2026 akan berlanjut di Sirkuit Silverstone, Inggris, pada 7-9 Agustus 2026. Selisih poin yang masih rapat membuat duel Ducati dan Aprilia berpeluang terus berlangsung hingga balapan terakhir musim ini.

Topik Menarik