Rano Karno Mau Sulap Jalan Sudirman-Thamrin Jadi Galeri Seni Raksasa di HUT ke-500 Jakarta
JAKARTA, iNews.id - Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno mengusulkan kawasan Jalan Sudirman-MH Thamrin dijadikan ruang pamer seni terbuka saat perayaan HUT ke-500 Jakarta pada 2027. Dia bahkan menantang penyelenggara Jakarta Provoke menghadirkan pameran yang jauh lebih besar dibandingkan tahun ini.
Gagasan tersebut disampaikan Rano saat membuka pameran seni kontemporer Jakarta Provoke di Taman Menteng, Jalan Hos Cokroaminoto, Menteng, Jakarta Pusat. Pameran tersebut menampilkan karya dari 25 seniman dan melibatkan 25 kurator.
Menurut Rano, Jakarta memiliki ruang publik yang sangat panjang dan strategis untuk dimanfaatkan sebagai galeri seni terbuka. Dia ingin kawasan Sudirman hingga MH Thamrin menjadi lokasi utama perhelatan seni dalam rangka menyambut usia lima abad Jakarta.
“Saya menantang panitia, tahun depan Jakarta akan berusia 500 tahun. Kita punya ruang luar yang panjangnya luar biasa, mulai dari Ratu Plaza sampai Hotel Indonesia, itulah ruang pamer kita,” ujar Rano dalam keterangannya, dikutip Minggu (19/7/2026).
Dia meminta panitia mulai menyusun konsep penyelenggaraan sejak sekarang agar Jakarta Provoke 2027 menjadi salah satu agenda budaya terbesar dalam rangka peringatan HUT ke-500 Jakarta. Menurutnya, pemanfaatan ruang publik akan membuat kegiatan seni lebih dekat dengan masyarakat sekaligus meningkatkan daya tarik kota.
Rano juga menilai kegiatan seni berskala terbuka memiliki nilai penting dalam meningkatkan posisi Jakarta sebagai kota global. Karena itu, kawasan Sudirman-MH Thamrin dinilai layak dimanfaatkan sebagai ruang bagi para seniman menampilkan karya mereka kepada publik.
“Saya ingin ini menjadi bagian dari ruang-ruang terbuka yang bisa diisi oleh teman-teman seniman. Karena salah satu penilaian indeks kota Jakarta juga dinilai dari kegiatan kebudayaan yang sifatnya terbuka dan berskala internasional,” ucapnya.
Selain menyiapkan konsep besar untuk 2027, Rano menyatakan dukungan penuh terhadap penyelenggaraan Jakarta Provoke 2026 di Taman Menteng. Dia menilai fasilitas rumah kaca di taman tersebut belum dimanfaatkan secara maksimal untuk kegiatan seni dan budaya.
Dia berharap Taman Menteng dapat menjadi ruang kreatif yang aktif digunakan sepanjang tahun, bukan hanya saat penyelenggaraan Jakarta Provoke. Dengan begitu, para seniman memiliki lebih banyak kesempatan memamerkan karya kepada masyarakat.
“Saya berharap Jakarta Provoke tidak berhenti pada agenda tahunan saja. Tetapi terus memprovokasi diri untuk berkembang dan menjadi ruang lahirnya berbagai karya seni baru yang diperhitungkan di tingkat nasional maupun internasional,” pungkasnya.










