Influencer Andrew-Tristan Tate Ditangkap di AS terkait Dugaan Pemerkosaan dan Prostitusi
MIAMI, iNews.id – Kakak beradik influencer Andrew Tate dan Tristan Tate ditangkap di Miami, Amerika Serikat (AS) pada Sabtu (18/7/2026) waktu setempat. Penangkapan dilakukan di tengah upaya otoritas Inggris mengekstradisi keduanya terkait tuduhan pemerkosaan dan perdagangan perempuan.
Menurut Juru Bicara US Marshals Service atau Dinas Marshal AS, Brady McCarron kepada AP, keduanya ditangkap berdasarkan surat perintah penangkapan yang bersifat rahasia (sealed warrant). Penangkapan itu menempatkan AS dalam proses hukum yang sebelumnya bergulir di Rumania dan Inggris.
Pada hari yang sama, jaksa penuntut Inggris mengumumkan proses ekstradisi terhadap Andrew dan Tristan Tate. Keduanya dituduh melakukan pemerkosaan dan perdagangan perempuan dalam rentang waktu 2010 hingga 2017.
Andrew dan Tristan Tate berkewarganegaraan ganda AS dan Inggris. Mereka pindah ke Rumania pada 2016 dan sempat ditangkap pada 2022 atas dugaan menjalankan skema perekrutan perempuan untuk tujuan eksploitasi seksual.
Namun, perkara tersebut tidak berlanjut setelah ditemukan persoalan hukum dan prosedural dalam penanganannya. Keduanya juga membantah seluruh tuduhan yang dialamatkan kepada mereka.
Dalam perkara yang diproses di Inggris, kakak beradik tersebut didakwa melakukan tindak kekerasan terhadap sejumlah perempuan di wilayah utara London, tempat mereka dibesarkan. Tim kuasa hukum menyatakan kedua kliennya tetap membantah seluruh dakwaan.
Andrew Tate, yang kini berusia 39 tahun, mulai dikenal publik saat mengikuti acara reality show Big Brother Inggris pada 2016. Dia kemudian dikeluarkan dari program tersebut setelah beredar video yang diduga memperlihatkan dirinya melakukan kekerasan terhadap seorang perempuan.
Bersama adiknya, Tristan Tate (38), Andrew membangun popularitas melalui media sosial dengan konten yang menampilkan gaya hidup mewah, dominasi laki-laki, dan pandangan yang kerap dinilai misoginis.
Andrew Tate memiliki lebih dari 10 juta pengikut di platform X. Meski demikian, dia telah dilarang menggunakan YouTube, TikTok, dan Instagram karena dinilai melanggar kebijakan terkait ujaran kebencian.
Sejumlah pernyataannya menuai kecaman luas, di antaranya komentar yang menyebut korban kekerasan seksual turut bertanggung jawab atas peristiwa yang dialaminya, pernyataan bernada kekerasan terhadap perempuan, hingga kritik terhadap orang yang menjalani pengobatan gangguan kesehatan mental.
Andrew dan Tristan Tate secara konsisten membantah tuduhan kekerasan maupun perdagangan manusia. Mereka juga menyatakan pernyataan-pernyataan kontroversial yang pernah disampaikan telah dikutip di luar konteks atau hanya dimaksudkan sebagai lelucon.









