Prabowo Minta Penerapan E20 Dipercepat: India-Brasil Bisa, Masa Indonesia Tidak Bisa?

Prabowo Minta Penerapan E20 Dipercepat: India-Brasil Bisa, Masa Indonesia Tidak Bisa?

Terkini | inews | Sabtu, 18 Juli 2026 - 08:25
share

JAKARTA, iNews.id - Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan rencana untuk menambah jumlah pabrik etanol di Indonesia dengan membangun sedikitnya 30 hingga 50 pabrik. Rencana tersebut untuk mendukung pengembangan bahan bakar minyak (BBM) dengan campuran etanol atau E20 serta memperkuat kemandirian energi nasional.

Sebelumnya, Prabowo membeberkan potensi besar Indonesia yang menunjukkan hasil nyata di berbagai sektor strategis. Menurutnya, di tengah tantangan global yang penuh dengan ketidakpastian, Indonesia mampu menjaga kondisi ekonomi sekaligus mempercepat pembangunan di sejumlah sektor. 

“Kita kemarin berhasil mulai produksi, mulai pembangunan blok gas salah satu yang terbesar di kawasan kita setelah 28 tahun mangkrak, kita hidupkan. Sebelumnya kita berhasil menjadi negara pertama di dunia yang menghasilkan B50. Kita sekarang hasilkan solar dari kelapa sawit,” kata Prabowo dalam sambutannya pada acara Panen Raya Serentak di Lanud Abdulrachman Saleh, Kabupaten Malang, Provinsi Jawa Timur, dikutip Sabtu (18/7/2026). 

Kepala Negara menegaskan, keberhasilan memproduksi B50 telah membawa dampak nyata bagi perekonomian nasional dengan pengurangan impor solar. Tidak hanya itu, Presiden juga mengungkapkan langkah lanjutan untuk memperkuat kemandirian energi melalui pengembangan bahan bakar berbasis bioetanol. 

Prabowo mengatakan, Indonesia telah mulai menuju penggunaan E10 atau bensin dengan campuran etanol sebesar 10 persen. Namun, menurutnya, kemampuan nasional masih bisa ditingkatkan hingga mencapai E20.

"Saya minta maaf tadi saya lama melihat pameran itu. Ada tadi sudah mulai kita mampu menuju E10, etanol 10. Jadi nanti bensin bisa dicampur dengan 10 persen etanol," tuturnya.

“Tadi para petugas mengatakan kita bisa sampai E20, butuh pabrik. Tadi pabriknya yang baru kita miliki baru satu pabrik. Tadi saya putuskan, kita akan bangun minimal 30 pabrik. Kalau perlu sampai 50 pabrik. India sudah E20. India sudah E20. Brasil sudah E100. Masa Indonesia tidak bisa, Indonesia bisa kan? Bisa. Bisa,” ucapnya.

 Selain energi, Prabowo juga menaruh optimisme besar terhadap kemampuan industri nasional. Dalam waktu dekat, pemerintah akan meluncurkan motor listrik nasional sebagai bagian dari upaya membangun ekosistem industri otomotif dalam negeri. 

“Kita akan punya motor buatan anak-anak Indonesia, kita akan punya mobil buatan anak-anak Indonesia,” katanya. 

Dia turut mencontohkan keberhasilan pengembangan industri pertahanan nasional yang kini telah digunakan secara luas oleh Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan Polri. Keberhasilan tersebut, lanjut Presiden, juga tercermin dari prestasi prajurit Indonesia yang mampu menjuarai kompetisi menembak internasional menggunakan senjata produksi dalam negeri.

“Menang 12 kali berturut-turut dalam pertandingan mereka. Yang bikin peraturan mereka, wasitnya mereka. Karena teknik-tekniknya mereka, tapi kita menang 12 kali. Pakai senjata buatan anak-anak Indonesia, senapan serbu dari kita, pistol dari kita. SO dari kita,” ucapnya.

Dari optimisme tersebut, Prabowo pun mengajak seluruh masyarakat untuk terus menumbuhkan semangat membangun bangsa. 

Dengan kerja keras, kepemimpinan yang baik, serta keberanian memanfaatkan potensi sendiri, Kepala Negara meyakini Indonesia memiliki seluruh modal untuk menjadi negara yang makmur.

“Kita optimis, kita canangkan cita-cita kita setinggi langit Indonesia akan jadi negara makmur. Kita tidak mau bodoh lagi. Kita ramah dibilang lemah. Kita baik dibilang bodoh, ya sudah lah. Kita bersahabat mau datang ke Indonesia, monggo, banyak orang asing seneng. Kita ini bangsa yang ramah, tapi kita sekarang mau jadi bangsa yang bangkit,” ujar Prabowo.

Topik Menarik