Iran Serang Pangkalan Militer AS di 6 Negara Arab, Hancurkan Radar hingga Pesawat Tanker

Iran Serang Pangkalan Militer AS di 6 Negara Arab, Hancurkan Radar hingga Pesawat Tanker

Terkini | inews | Sabtu, 18 Juli 2026 - 03:02
share

TEHERAN, iNews.id - Iran mengumumkan serangan terhadap pangkalan militer Amerika Serikat (AS) di enam negara Timur Tengah sepanjang Jumat (17/7/2026). Serangan itu sebagai pembalasan atas gempuran militer AS pada Kamis hingga Jumat pagi yang beberapa di antaranya menargetkan infrastruktur jembatan dan rel kereta, bahkan permukiman warga.

Serangan AS menargetkan fasilitas sipil, infrastruktur telekomunikasi, pekerja kereta api, dan kendaraan, menewaskan sedikitnya delapan orang.

Enam negara tersebut adalah Bahrain, Kuwait, Yordania, Suriah, Oman, dan Qatar. Otoritas di beberapa negara tersebut mengumumkan pencegatan rudal dan drone Iran.

Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) menyatakan angkatan udaranya menargetkan pangkalan militer AS di Kuwait sebagai bagian dari serangan gelombang ke-12. Target tersebut termasuk fasilitas radar dan sistem rudal pertahanan. Selain itu Iran juga mengeklaim berhasil menghancurkan beberapa gudang senjata, dua armada peluncur Sistem Roket Artileri Mobilitas Tinggi (HIMARS), serta tempat penyimpanan rudal tersebut.

Serangan itu disebut memicu kebakaran besar di pangkalan tersebut.

Militer Kuwait menyatakan beberapa tentaranya luka akibat serangan drone Iran pada Jumat pagi.

Selain itu Angkatan Laut IRGC menyerang peralatan radar, termasuk radar kontrol lalu lintas maritim AS yang berada di Oman.

Radar pengontrol maritim AS di Salameh Rocks dan radar pengontrol udara AS di wilayah Ghanem, Oman, hancur akibat serangan Iran.

Di Suriah, Angkatan Udara IRGC menyerang markas pusat komando operasi khusus AS di yakni di At Tanf. Serangan itu diklaim menghancurkan sistem radar dan beberapa helikopter operasi khusus. Mereka juga mengklaim sejumlah tentara AS ditangkap atau terbunuh selama operasi tersebut.

Yordania menyatakan telah mencegat dan menembak jatuh tiga rudal Iran yang memasuki wilayah udaranya, tanpa ada korban jiwa.

Namun IRGC menyebut keberhasilan dalam serangan dua fase terhadap pangkalan jet tempur AS serta pesawat tanker di Yordania menggunakan beberapa rudal balistik dan banyak drone.

Militer Qatar juga mengumumkan berhasil menggagalkan beberapa serangan udara Iran. Kementerian Dalam Negeri Qatar menyatakan seorang anak luka akibat tertimpa pecahan peluru dari operasi pencegatan.

Sememtara itu IRGC menyerang Pangkalan Udara Al Udeid di Qatar yang digunakan AS. Mereka mengeklaim mampu menghancurkan sistem radar jarak jauh dan beberapa pesawat tanker AS.

Militer Iran juga meluncurkan serangan drone, menargetkan fasilitas yang digunakan oleh pesawat militer AS di Pangkalan Udara Al Sakhir di Bahrain. Serangan itu diklaim mengenai area helikopter militer AS dan pesawat patroli dan pengintai maritim P-8.

Topik Menarik