Efek MBG Kembali Bergulir, Harga Sayuran dan Telur di Bandung Meroket

Efek MBG Kembali Bergulir, Harga Sayuran dan Telur di Bandung Meroket

Nasional | inews | Jum'at, 17 Juli 2026 - 21:46
share

BANDUNG, iNews.id – Harga sejumlah komoditas sayuran dan telur di pasar tradisional Kota Bandung, Jawa Barat, merangkak naik signifikan dalam sepekan terakhir. Kenaikan harga ini dipicu tingginya permintaan pasar setelah program Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk anak sekolah kembali bergulir.

Kondisi tersebut terpantau di Pasar Tradisional Kiaracondong, Kota Bandung. Para pedagang mengeluhkan terjadinya penurunan omzet akibat daya beli masyarakat yang menyusut lantaran kaget dengan lonjakan harga yang terbilang mendadak.

Hanya berselang satu pekan sejak anak-anak kembali masuk sekolah dan program MBG bergulir, harga sayuran yang biasanya stabil kini meroket hingga dua kali lipat dari harga normal. 

Kenaikan paling drastis terjadi pada komoditas sayur-mayur pelengkap bahan pangan harian. Sebaliknya, komoditas bumbu dapur seperti cabai terpantau masih tertahan di angka yang cukup tinggi.

Harga tomat, wortel, dan timun misalnya melonjak drastis menjadi Rp20.000 per kilogram, dari yang sebelumnya hanya berkisar Rp10.000 per kilogram.

Pedagang sayur di Pasar Kiaracondong, Andriyatna mengatakan, pasokan dari tengkulak mulai mengalami penyesuaian harga sejak jalur distribusi terserap untuk pemenuhan menu Makan Bergizi Gratis di sekolah-sekolah.

Tidak hanya menyasar sektor sayur-mayur, tren kenaikan harga juga merembet pada komoditas sumber protein, khususnya telur ayam ras. 

Pedagang telur, Robiah, mengungkapkan harga telur ayam kini bertengger di angka Rp26.000 per kilogram, naik dari harga sebelumnya yang hanya Rp24.000 per kilogram. "Kenaikan ini terjadi secara berkala dalam empat hari terakhir dengan rata-rata kenaikan Rp1.000 setiap harinya," kata dia, Jumat (17/7/2026).

Kenaikan harga pangan di pasaran ini otomatis dikeluhkan oleh pembeli. Meski demikian, mereka tetap membeli dengan membatasi jumlah belanjaan. "Biar semua kebutuhan dapur di rumah bisa tetap terpenuhi, saya terpaksa mengurangi jumlah timbangan belanjaan," kata Alin.

Masyarakat dan para pedagang di Kota Bandung berharap pemerintah daerah segera turun tangan melakukan operasi pasar guna menstabilkan harga komoditas pangan utama ini. Keseimbangan pasokan dinilai krusial agar pelaksanaan program nasional MBG tidak mengorbankan stabilitas harga kebutuhan pokok konsumsi rumah tangga umum.

Topik Menarik