Perang di Mana-Mana, Israel Kekurangan Tentara dan Tank Parah

Perang di Mana-Mana, Israel Kekurangan Tentara dan Tank Parah

Terkini | inews | Jum'at, 17 Juli 2026 - 07:50
share

TEL AVIV, iNews.id - Militer Israel menghadapi kekurangan tentara cadangan. Bahkan beberapa formasi tentara cadangan Israel nyaris kehabisan personel. Selain itu, militer Zionis juga kekurangan tank siap tempur. 

Stasiun radio militer Israel, Army Radio, melaporkan brigade dan batalion pasukan cadangan beroperasi tidak dalam kekuatan penuh serta jumlah tank yang tidak mencukupi untuk bertempur.

Dalam laporan berjudul "Peringatan Angkatan Bersenjata tentang Keruntuhan Pasukan Cadangan", Army Radio menyebutkan, satu brigade pasukan lapis baja baru-baru ini dikerahkan ke medan pertempuran utama di Lebanon. Namun laporan dari komandan dan prajurit mengungkap gambaran berbeda dari yang disampaikan para pengambil keputusan.

"Ini bukan brigade penuh. Mereka jauh dari itu," bunyi laporan, seperti dikutip Jumat (17/7/2026).

Militer Israel tidak memiliki cukup tank siap tempur lagi karena banyak yang rusak akibat pertempuran dan dinonaktifkan. Kondisi tersebut memaksa kompi lapis baja beroperasi dengan jumlah tank lebih sedikit daripada yang dibutuhkan.

Sejak Oktober 2023, Israel melakukan agresi di ke berbagai front, termasuk Jalur Gaza dan Lebanon. Israel juga melakukan serangan berulang kali ke Suriah, bersamaan dengan perluasan operasi di Tepi Barat.

Army Radio juga melaporkan, metode militer dalam menghitung tingkat kehadiran pasukan cadangan sangat riskan. Disebutkan, unit yang melaporkan tingkat kehadiran antara 50 hingga 70 persen, pada praktiknya beroperasi dengan kekuatan jauh lebih rendah, teriama pada waktu tertentu.

"Unit cadangan saat ini kosong. Satu batalion bukan batalion penuh, dan satu kompi bukan kompi yang sebenarnya," kata seorang komandan pasukan cadangan yang tidak disebutkan namanya, dalam laporan Army Radio.

Dia menambahkan, masyarakat dan para pengambil keputusan mendengar tentang pengerahan brigade penuh di Lebanon, namun pada kenyataannya, mereka adalah formasi yang jauh lebih kecil.

"Jumlah tentara, tank, dan kendaraan jauh lebih rendah," ujarnya.

Beberapa formasi pasukan cadangan juga berada dalam kondisi sangat buruk.

"Ada unit yang kondisinya lebih baik dan ada pula yang kondisinya lebih buruk. Semua orang melakukan yang terbaik, tapi sulit untuk melanjutkan dalam keadaan seperti ini," ujarnya.

Disebutkan pula, satu kompi cadangan baru-baru ini menyelesaikan misi di Lebanon hanya dengan satu perwira tersisa. Menurut laporan tersebut, komandan kompi telah dibebaskan dari tugas, tidak ada bintara senior, dan unit tersebut beroperasi tanpa rantai komando yang berfungsi.

Militer Israel tidak mengungkapkan jumlah pasukan yang dikerahkan ke Lebanon, Tepi Barat, Jalur Gaza, maupun Suriah.

Sebelumya surat kabar Yedioth Ahronoth melaporkan, militer mulai mengurangi pemanggilan tugas pasukan cadangan secara signifikan. Alasannya aktivitas tempur di berbagai front jauh berkurang.

Laporan media Israel lainnya, Sebelumnya, Hayom, Pasukan Pertahanan Israel (IDF) berencana melepas ribuan pasukan cadangan pada akhir bulan ini karena tekanan keuangan di lembaga pertahanan.

Militer tengah bergulat dengan kekurangan dana yang parah setelah peningkatan tajam pengeluaran operasional, mengakibatkan defisit anggaran yang diperkirakan mencapai puluhan miliar shekel.

Hal ini bertepatan dengan perbedaan pendapat yang mendalam antara kementerian pertahanan dan keuangan mengenai besarnya anggaran pertahanan. Pihak militer menuntut agar anggaran tersebut dinaikkan ke tingkat rekor tertinggi guna menutupi kebutuhan operasional pertempuran di berbagai front. Sementara itu Kementerian Keuangan menentang langkah tersebut karena khawatir akan memperburuk defisit.

Topik Menarik