Indra Sjafri Bongkar Pelajaran Besar dari Piala Dunia 2026, Pelatih Wajib Mengamatinya
JAKARTA, iNews.id - Piala Dunia 2026 dinilai Indra Sjafri menjadi ruang belajar terbaik bagi pelatih untuk memahami perkembangan strategi dan tren sepak bola modern.
Mantan pelatih Timnas Indonesia itu melihat setiap pertandingan menyajikan pendekatan berbeda dari para juru taktik kelas dunia. Strategi tersebut diterapkan demi membawa tim meraih kemenangan di panggung terbesar sepak bola.
Indra menyampaikan pandangannya saat menghadiri acara nonton bareng semifinal Piala Dunia 2026 antara Prancis melawan Spanyol. Laga tersebut berakhir dengan kemenangan Spanyol 2-0.
Acara nonton bareng berlangsung di Bar 30, Hotel Le Méridien Jakarta, Rabu (15/7/2026). Indra mengaku mengikuti setiap pertandingan Piala Dunia untuk menambah wawasan dan pengetahuan kepelatihannya.
Laporan FIFA Jadi Acuan Tren Sepak Bola
Indra menjelaskan FIFA akan menerbitkan laporan teknis setelah turnamen berakhir. Laporan tersebut dapat menjadi acuan untuk membaca perkembangan taktik dan tren permainan sepanjang Piala Dunia 2026.
“Oh iya, iya pasti. Karena di akhir Piala Dunia nanti ada technical report yang dibuat FIFA dan itu bisa menjadi acuan tren sepak bola masa kini atau tren sepak bola di 2026 ini apa sih,” kata Indra Sjafri dalam acara yang dihadiri iNews Media Group.
Menurut pria asal Sumatera Barat itu, pembelajaran sudah terlihat sejak fase grup hingga babak semifinal. Kualitas para pelatih juga membuat persaingan berlangsung semakin menarik.
“Ya, banyak pembelajaran ya yang kita dapat dari pertandingan mulai dari babak grup sampai babak perdelapan final, semifinal, dan kita melihat kepelatihan sekarang begitu, kualitas para pelatih yang menangani juga begitu bagus,” tambahnya.
Indra juga menyambut positif maraknya acara nonton bareng Piala Dunia 2026. Dia menilai sepak bola dapat menjadi alat pemersatu sekaligus menjaga euforia masyarakat selama turnamen berlangsung.
Setiap Penonton Punya Sudut Pandang Berbeda
Indra mengatakan pelatih, pengamat, dan suporter dapat melihat sebuah pertandingan dari sudut pandang masing-masing. Perbedaan tersebut kemudian melahirkan kesimpulan yang beragam mengenai jalannya laga.
“Ya bagus ya bagus dan tidak hanya di sini ya, beberapa tempat mengadakan nobar dan saya pikir tentu sudut pandang berbeda, pelatih nobar bagaimana, pengamat nobar bagaimana, ya kan, suporter nobar bagaimana, tentu kesimpulan-kesimpulan punya kesimpulan sendiri-sendiri.”
Sementara itu, General Manager Le Méridien Jakarta, Jennifer Suryadi, mengatakan acara nonton bareng digelar untuk menyediakan tempat bagi pencinta sepak bola di Jakarta menikmati Piala Dunia 2026.
“Kami memberikan Jakarta sebuah rumah untuk menikmati momen tersebut, tempat dengan siaran resmi, suasana yang dirancang dengan matang, serta pengalaman yang layak dinikmati, apa pun moda transportasi yang digunakan untuk datang ke sini,” ujar Jennifer Suryadi.
Kehadiran acara nonton bareng tersebut ikut menyemarakkan pesta sepak bola dunia. Para pencinta sepak bola dapat menikmati pertandingan sekaligus berbagi pengalaman dengan penonton lain dalam satu tempat.










