Mitos atau Fakta Ukuran Buah Zakar Berkaitan dengan Kesuburan Pria, Ini Penjelasan Dokter

Mitos atau Fakta Ukuran Buah Zakar Berkaitan dengan Kesuburan Pria, Ini Penjelasan Dokter

Gaya Hidup | inews | Rabu, 15 Juli 2026 - 14:27
share

JAKARTA, iNews.id - Banyak pria masih percaya ukuran buah zakar tidak memiliki kaitan dengan kesuburan. Namun, benarkah anggapan tersebut hanya mitos, atau justru ada dasar medis yang membuktikan hubungan keduanya?

Dokter spesialis andrologi dan kesehatan reproduksi pria, dr Jefry Tribowo, menjelaskan ukuran buah zakar dapat menjadi salah satu indikator awal untuk menilai potensi gangguan kesuburan pada pria. Meski demikian, ukuran saja tidak cukup untuk memastikan seseorang mengalami infertilitas.

Menurut data Kementerian Kesehatan, sekitar 10 hingga 15 persen pasangan usia subur di Indonesia mengalami infertilitas. Jumlah tersebut setara dengan sekitar empat hingga enam juta pasangan yang membutuhkan penanganan medis untuk memperoleh keturunan.

Masalah infertilitas juga menjadi perhatian dunia. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada 2025 mencatat sekitar 17,5 persen populasi dewasa atau satu dari enam orang di dunia mengalami infertilitas.

Dalam kondisi tersebut, deteksi dini menjadi langkah penting. Salah satunya dengan mengenali tanda-tanda yang dapat muncul pada organ reproduksi pria.

dr Jefry mengatakan buah zakar merupakan tempat produksi sperma. Karena itu, ukuran organ tersebut dapat memberikan gambaran awal mengenai kemampuan tubuh menghasilkan sperma.

"Salah satunya itu adalah ukuran buah zakar pria sebagai pabrik penghasil sperma. Idealnya ukurannya itu lebih dari 10 ml, atau kira-kira berukuran lebih dari satu ruas jempol orang dewasa," katanya dalam video di kanal YouTube miliknya, dikutip Senin (13/7/2026).

Dia mengingatkan pria untuk waspada apabila ukuran buah zakar terasa lebih kecil dari normal atau bahkan sulit diraba.

"Hati-hati kalau misalnya kita ngerasa ya buah zakar kita kok ukurannya kecil. Apalagi kalau kita pegang di kantong ternyata buah zakar kita enggak keraba sama sekali. Karena kalau ukurannya kecil atau bahkan tidak ada, maka ini dapat menyebabkan produksi spermanya menjadi tidak optimal," ujarnya.

Meski begitu, dr Jefry menegaskan ukuran buah zakar bukan satu-satunya penentu kesuburan. Diagnosis infertilitas harus ditegakkan melalui pemeriksaan medis, terutama analisis sperma di laboratorium yang menjadi standar untuk menilai jumlah, bentuk, dan pergerakan sperma.

Selain ukuran buah zakar, pria juga perlu mewaspadai gejala lain, seperti nyeri pada buah zakar saat beraktivitas, gairah seksual yang menurun, gangguan ereksi, hingga kesulitan saat berhubungan intim. Kondisi tersebut dapat berkaitan dengan gangguan hormon yang berperan penting dalam proses pembentukan sperma.

Karena itu, pria yang mengalami salah satu atau beberapa gejala tersebut disarankan segera berkonsultasi dengan dokter spesialis andrologi. Pemeriksaan sejak dini dapat membantu menemukan penyebab gangguan kesuburan sehingga penanganan yang tepat bisa dilakukan lebih cepat.

Topik Menarik