Update Kecelakaan Truk Kontainer di Cirebon, Korban Tewas Bertambah Jadi 3 Orang

Update Kecelakaan Truk Kontainer di Cirebon, Korban Tewas Bertambah Jadi 3 Orang

Nasional | inews | Selasa, 14 Juli 2026 - 15:41
share

CIREBON, iNews.id – Korban tewas kecelakaan maut truk kontainer terguling menimpa sepeda motor yang ditumpangi lima orang sekeluarga di jalur wisata Gronggong, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, pada Selasa (14/7/2026) siang, bertambah jadi tiga orang. 

Sang ayah yang sebelumnya sempat kritis dan menjalani perawatan intensif di RSUD Gunung Jati akhirnya mengembuskan napas terakhir, menyusul istri dan bayinya yang telah lebih dahulu gugur di lokasi kejadian.

Sedangkan anak perempuan pertama mereka yang juga mengalami luka parah akibat hantaman truk tersebut hingga kini masih berjuang menjalani perawatan intensif di rumah sakit. Berdasarkan informasi yang dihimpun, satu keluarga malang tersebut saat kejadian tengah berboncengan satu motor untuk perjalanan pulang usai menjemput anak sekolah. 

Dalam olah TKP di jalur Cirebon-Kuningan tersebut, polisi turut membawa serta sopir truk maut untuk melakukan rekonstruksi awal. Petugas mengukur jarak krusial saat truk mulai hilang kendali di jalanan menurun sebelum akhirnya menyapu motor korban dan menghantam deretan warung warga.

Setiap titik benturan serta posisi terakhir para korban dan kendaraan yang terlibat langsung ditandai dengan cat semprot oleh petugas sebagai bahan penyelidikan awal guna mengungkap penyebab pasti kecelakaan. 

"Kami melakukan pengukuran jarak dari titik pertama truk kehilangan kendali hingga titik terakhir benturan. Kami juga menandai titik-titik krusial di lokasi kejadian sebagai bagian dari penyelidikan awal," ujar Petugas Unit Gakkum Satlantas Polresta Cirebon, Aipda Ade Nugraha, Selasa (14/7/2026). 

Tidak hanya melakukan olah TKP secara fisik di jalanan, polisi bersama Dishub Kabupaten Cirebon juga melakukan inspeksi mendalam terhadap kelayakan armada truk penabrak. Dari pemeriksaan awal tersebut, petugas menemukan sejumlah pelanggaran teknis yang sangat fatal. 

Petugas menemukan bahwa fungsi tabung udara pada sistem pengereman truk telah dimodifikasi atau dibagi fungsinya antara rem dan klakson angin (telolet). Akibat pembagian angin ini, fungsi pengereman menjadi tidak maksimal dan rawan blong, terlebih saat kendaraan harus menahan beban berat di jalanan menurun curam seperti Gronggong. Selain sistem pengereman yang tidak standar, petugas juga menemukan ban truk yang sudah tidak layak jalan dan gundul.

"Kami menemukan adanya pembagian fungsi tabung udara untuk rem dan klakson. Ini membuat tekanan angin untuk pengereman berkurang drastis sehingga rem tidak berfungsi maksimal saat beban berat di turunan. Ban kendaraan juga sudah sangat aus dan tidak layak," papar PPNS Dishub Kabupaten Cirebon, Diyanto. 

Petugas menegaskan masih akan terus melakukan pendalaman secara menyeluruh terhadap fungsi kelayakan kendaraan, termasuk memeriksa bagian kabin dan ruang mesin secara mendetail. 

Saat ini, Unit Gakkum Polresta Cirebon tengah bersiap menggelar perkara untuk menetapkan sang sopir sebagai tersangka atas kecelakaan maut yang merenggut tiga nyawa tersebut.

Topik Menarik