Piala Dunia 2030 Diikuti 64 Negara? Infantino Beri Kabar Baik Buat Timnas Indonesia
NEW YORK, iNews.id – Piala Dunia 2030 berpotensi menghadirkan perubahan terbesar dalam sejarah sepak bola. Presiden FIFA Gianni Infantino membuka peluang turnamen tersebut diikuti 64 negara dengan total 128 pertandingan.
Wacana itu muncul setelah Piala Dunia 2026 untuk pertama kalinya menggunakan format 48 peserta. Menurut Infantino, format baru tersebut dinilai sukses sehingga membuka ruang pembahasan mengenai ekspansi yang lebih besar pada edisi berikutnya.
Pernyataan tersebut juga muncul di tengah sorotan terhadap kepemimpinan Infantino. Dia mendapat kritik dari sejumlah federasi sepak bola Eropa setelah mengikuti keinginan Presiden Amerika Serikat Donald Trump untuk membatalkan sanksi kartu merah penyerang Amerika Serikat, Folarin Balogun.
Situasi itu memunculkan spekulasi adanya calon penantang baru pada pemilihan Presiden FIFA berikutnya. Meski demikian, Infantino tetap menyampaikan dukungannya terhadap rencana memperluas jumlah peserta Piala Dunia.
Infantino Ingin Semua Negara Punya Kesempatan
Selama ini Infantino beberapa kali menyampaikan keraguan terhadap format 64 tim. Kini pandangannya berubah setelah melihat hasil Piala Dunia 2026.
"Piala Dunia ini 100 persen menjadi sukses besar dengan 48 tim," kata Infantino dikutip dari The Sun.
"Sembilan dari sepuluh tim Afrika berhasil mencapai babak gugur. Pada Piala Dunia sebelumnya hanya ada lima tim Afrika yang melakukannya."
"Itu menunjukkan betapa pentingnya melibatkan semua tim dan memberi mereka kesempatan untuk berpartisipasi."
"Menambah jumlah peserta menjadi 64 tim jelas merupakan isu yang akan dikaji dan dibahas di komite-komite terkait setelah Piala Dunia ini selesai."
"Saat menyelenggarakan Piala Dunia, penting untuk menggelarnya bagi seluruh dunia, bukan hanya Eropa dan Amerika Selatan, melainkan benar-benar untuk semua negara."
Baginya setiap negara harus memiliki kesempatan yang cukup untuk merasakan atmosfer Timnas Indonesia. Pengumuman ini menjadi angin segar buat Timnas Indonesia yang sejak lama mendambakan bermain di ajang sepak bola paling bergengsi di muka bumi itu.
Skuad Garuda nyaris lolos ke Piala Dunia 2026. Namun langkah Jay Idzes dan kolega kandas di putaran keempat kualifikasi Zona Asia.
"Setiap negara harus memiliki mimpi untuk tampil di Piala Dunia."
"Anda bisa melihat kualitas setiap tim sangat tinggi dan terus meningkat di seluruh dunia."
"Jika negara-negara kecil tidak diberi kesempatan tampil di Piala Dunia, mereka akan kehilangan motivasi untuk terus berkembang."
Jika rencana tersebut disetujui, jumlah pertandingan akan meningkat menjadi 128 laga. Angka itu hanya bertambah 24 pertandingan dibandingkan format Piala Dunia 2026 yang menghadirkan 104 pertandingan.
Amerika Selatan Ikut Diuntungkan
Perluasan peserta juga dinilai menguntungkan Amerika Selatan. Saat ini, perayaan 100 tahun Piala Dunia direncanakan dibuka melalui tiga pertandingan di Uruguay, Argentina, dan Paraguay.
Setelah laga pembuka tersebut, sebanyak 101 pertandingan lainnya akan digelar di tiga tuan rumah utama, yakni Spanyol, Portugal, dan Maroko.
Federasi sepak bola Amerika Selatan menginginkan lebih banyak grup dimainkan di wilayah mereka. Format 64 tim dinilai memungkinkan keinginan tersebut terwujud.
Selain itu, sistem kompetisi juga berpotensi berubah menjadi 16 grup yang masing-masing berisi empat tim. Dua tim teratas dari setiap grup akan langsung lolos ke fase gugur, sehingga tidak lagi menggunakan skema delapan peringkat ketiga terbaik seperti pada format 48 peserta.
Piala Dunia 2026 berlangsung selama 39 hari. Penambahan 24 pertandingan diperkirakan membuat durasi turnamen bertambah sedikitnya empat hari apabila sistem penjadwalan saat ini tetap dipertahankan. Namun, durasi tersebut bisa dipangkas apabila pertandingan kedua dan ketiga fase grup dimainkan secara bersamaan.









