Truk Kontainer Rem Blong Tabrak Sejumlah Kendaraan di Pasuruan, 3 Orang Tewas 5 Luka
PASURUAN, iNews.id - Kecelakaan maut terjadi di simpang lampu lalu lintas Jalan Raya Malang–Surabaya, Desa Tawangrejo, Kecamatan Pandaan, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur, Selasa (7/7/2026) pagi. Truk kontainer diduga mengalami rem blong hingga menabrak sejumlah kendaraan yang sedang berhenti di persimpangan.
Peristiwa tersebut terekam CCTV. Dalam rekaman terlihat truk kontainer yang melaju dari arah Malang menuju Surabaya tiba-tiba tidak dapat dikendalikan dan menghantam truk tangki air serta beberapa sepeda motor yang sedang menunggu lampu hijau.
Akibat kecelakaan tersebut, tiga pengendara sepeda motor tewas di lokasi kejadian. Korban diketahui bernama Asip dan Asop, saudara kembar warga Leduk, serta Iron, warga Sukolelo, Kecamatan Prigen, Kabupaten Pasuruan.
Selain korban tewas, lima pengendara lainnya luka-luka dan langsung dievakuasi ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan medis. Sementara jenazah korban dibawa ke Rumah Sakit (RS) Pusdik Porong.
Salah seorang saksi mata, Farhan mengatakan bahwa truk kontainer melaju dengan kecepatan tinggi sebelum akhirnya menabrak kendaraan yang sedang mengantre di lampu merah.
"Korban yang meninggal dunia ada tiga orang," kata Farhan.
Petugas Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Pasuruan langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan penyelidikan untuk mengetahui penyebab pasti kecelakaan. Polisi belum dapat memastikan penyebab insiden, meski dugaan awal mengarah pada gangguan sistem pengereman truk.
Kanit Gakkum Satlantas Polres Pasuruan, Ipda Budi Wira mengatakan, penyelidikan masih berlangsung dan seluruh barang bukti tengah diperiksa.
Kecelakaan tersebut sempat menyebabkan arus lalu lintas dari arah Malang menuju Surabaya mengalami kemacetan. Setelah bangkai truk berhasil dievakuasi, arus kendaraan kembali normal.
"Truk saat turunan menabrak beberapa kendaraan roda dua. Kita masih dalam apakah karena kelalaian pengemudi atau rem blong atau ada yang lain. Jadi masih pendalaman dan akan kita lakukan pemeriksaan," ujar Ipda Budi.










