Larangan Suporter Tandang Bisa Dicabut, PSSI Ingatkan Risiko Besar

Larangan Suporter Tandang Bisa Dicabut, PSSI Ingatkan Risiko Besar

Olahraga | inews | Senin, 6 Juli 2026 - 22:00
share

JAKARTA, iNews.id – Larangan suporter tandang di Liga Indonesia berpeluang dicabut setelah hampir empat tahun diberlakukan. Namun Ketua Umum PSSI Erick Thohir menegaskan kebijakan itu hanya bisa berjalan dengan syarat ketat dan tanggung jawab penuh dari operator liga serta klub.

Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, menyebut wacana pencabutan larangan suporter tandang sudah dibahas untuk musim 2026–2027. Namun dia menekankan kebijakan ini tidak akan dilepas tanpa kontrol dan evaluasi berlapis.

Larangan suporter tandang diberlakukan sejak 2022 dan berjalan total menyusul tragedi di Stadion Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur. Insiden seusai laga Arema FC melawan Persebaya Surabaya menewaskan 135 suporter dan menjadi salah satu tragedi sepak bola terbesar dunia.

Peristiwa kelam itu membuat FIFA memberi perhatian khusus pada sepak bola Indonesia. Sejak saat itu, seluruh laga tandang di kompetisi domestik berlangsung tanpa kehadiran suporter tim tamu.

Hampir empat tahun berselang, Erick mengungkap operator kompetisi telah mempresentasikan rencana pencabutan larangan tersebut.

“Liga sudah bicara dengan kami, mereka coba dilakukan pada saat nanti liga. Pada saat liga,” kata Erick kepada awak media, termasuk iNews Media Group di kawasan Senayan, Jakarta, Senin (6/7/2026).

Erick juga menyampaikan PSSI sudah membuka komunikasi langsung dengan FIFA. Dia menegaskan FIFA tidak menutup pintu, namun memberi catatan serius.

“Dan kami dari PSSI sudah coba bicara dengan FIFA tentunya. FIFA memberi catatan yang cukup kompleks dan mengingatkan noda hitam yang pernah terjadi di Indonesia mengenai sepak bola kita, dan itu juga di dunia, harus tetap diingat,” ucap Erick.

Dia menambahkan, keputusan tersebut bisa berubah kapan saja jika terjadi pelanggaran.

“Artinya, saya sudah ingatkan liga, PSSI sudah berupaya, FIFA terbuka, dan saya minta liga dan klub bertanggung jawab dengan tadi keputusannya kalau ini ada away dan sewaktu-waktu itu bisa dicabut kembali,” sambungnya.

Menurut Erick, peluang suporter kembali bertandang muncul karena operator melihat relasi antarsuporter mulai membaik. Kondisi ini dinilai harus terus dijaga agar tragedi serupa Kanjuruhan tidak terulang.

“Kita lihat, dan saya berharap para suporter ini kesempatan kita menjaga ya, bagaimana kembali yang selalu saya bilang, semua harus menghormati sesama anak bangsa, ya. Kita harus pastikan semua suporter bisa pulang ke rumah dengan selamat. Dan sangat sedih kalau kita lihat kasus kekerasan itu di Indonesia makin tinggi hari ini,” ujar Erick.

Erick menutup dengan pesan keras soal kemanusiaan di sepak bola.

“Kemarin ada kasus mengenai wanita yang sangat viral yang sangat mungkin buat saya sebagai orang tua yang punya anak perempuan juga di luar ekspektasi. Nah ini juga sama, di sepak bola pun kita sering melihat kasus-kasus sesama suporter ini seakan-akan ya ini bukan manusia yang mereka lakukan kekerasan gitu. Nah ini yang harap dijaga nih sesama anak bangsa,” pungkasnya.

Topik Menarik