Inflasi Sumut Terendah Nasional, Binsar Simarmata Dorong UMKM Jadi Penjaga Stabilitas Ekonomi

Inflasi Sumut Terendah Nasional, Binsar Simarmata Dorong UMKM Jadi Penjaga Stabilitas Ekonomi

Nasional | inews | Senin, 6 Juli 2026 - 14:02
share

MEDAN, iNews.id - Stabilitas harga menjadi fondasi penting bagi pertumbuhan ekonomi daerah. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) yang dirilis melalui Bank Indonesia dan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Sumatera Utara (Sumut), provinsi ini mencatat inflasi bulanan terendah secara nasional pada Juni 2026, kondisi yang dinilai perlu diimbangi penguatan UMKM agar ekonomi tetap bergerak.

Dilansir dari akun resmi Bank Indonesia (BI) Sumut, inflasi Sumut pada Juni 2026 sebesar 0,23 persen secara bulanan (month-to-month/mtm), lebih rendah dibandingkan inflasi nasional yang mencapai 0,44 persen. Secara tahunan inflasi Sumut berada di level 4,79 persen (year-on-year/yoy), sedangkan inflasi tahun berjalan 0,90 persen (year-to-date/ytd), juga lebih rendah dibandingkan angka nasional sebesar 1,79 persen.

Anggota Komisi II DPRD Medan Binsar Simarmata menilai capaian tersebut patut diapresiasi sebagai hasil sinergi pengendalian inflasi. Namun, dia menegaskan keberhasilan tersebut harus dibarengi kebijakan yang memperkuat UMKM karena sektor itulah yang menjaga perputaran ekonomi masyarakat.

"Inflasi yang terkendali tentu menjadi kabar baik. Tetapi menjaga stabilitas ekonomi tidak cukup hanya mengendalikan harga. UMKM adalah sektor yang paling mampu menjaga perputaran ekonomi masyarakat karena mereka tetap berproduksi, berdagang, menyerap tenaga kerja, dan menjaga daya beli tetap bergerak. Kalau UMKM kuat, ekonomi daerah juga akan lebih tahan menghadapi tekanan inflasi," kata Binsar dalam keterangannya, Senin (6/7/2026).

Dia menilai UMKM memiliki posisi strategis karena menjadi pelaku ekonomi yang paling dekat dengan masyarakat. Ketika pelaku usaha kecil tetap memperoleh akses modal, bahan baku, dan pasar yang memadai, pasokan barang kebutuhan pokok akan lebih terjaga sehingga gejolak harga dapat ditekan.

Menurut Binsar, arah kebijakan pemerintah daerah tidak boleh hanya berfokus pada operasi pasar atau stabilisasi harga jangka pendek. Dia mendorong penguatan UMKM melalui kemudahan pembiayaan, digitalisasi usaha, peningkatan kapasitas produksi, hingga perluasan akses pemasaran agar stabilitas ekonomi memiliki fondasi yang lebih kuat.

"Kalau UMKM berkembang, distribusi barang menjadi lebih lancar, lapangan kerja bertambah, dan masyarakat memiliki daya beli yang lebih baik. Karena itu, penguatan UMKM harus menjadi bagian utama dari strategi pengendalian inflasi, bukan hanya program pemberdayaan ekonomi," kata politisi Partai Perindo ini.

Berdasarkan data BPS, inflasi Sumut pada Juni 2026 terutama dipengaruhi kenaikan harga bensin, bawang putih, angkutan udara, cabai merah, dan cabai rawit. Di sisi lain, penurunan harga tomat, daging ayam ras, sawi hijau, brokoli, dan bawang merah membantu menahan laju inflasi berkat pasokan yang lebih melimpah.

Binsar menilai pengendalian inflasi harus diikuti kebijakan yang memperkuat sektor riil, terutama UMKM. Menurut dia, hal itu sejalan dengan komitmen Partai Perindo yang selama ini mendorong ekonomi kerakyatan melalui program Gerobak Perindo, Warung Kita, dan berbagai bantuan bagi pelaku UMKM.

Dia menjelaskan program tersebut tidak hanya bertujuan meningkatkan kesejahteraan pelaku usaha, tetapi juga memperkuat kapasitas produksi, memperluas akses pasar, serta menjaga perputaran ekonomi masyarakat. Menurut Binsar, ketika inflasi tetap terkendali dan pendapatan UMKM meningkat, daya beli masyarakat akan lebih terjaga, termasuk dalam memenuhi kebutuhan rumah tangga pada momentum tahun ajaran baru, seperti pembelian seragam, perlengkapan sekolah, dan kebutuhan pendidikan anak.

"Inflasi yang terkendali harus benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Ketika UMKM berkembang, pendapatan pelaku usaha dan pekerjanya ikut meningkat sehingga daya beli keluarga tetap terjaga, termasuk untuk memenuhi kebutuhan pada momentum tahun ajaran baru seperti seragam dan perlengkapan sekolah. Karena itu, saya akan terus memperjuangkan berbagai program yang memperkuat UMKM agar ekonomi kerakyatan semakin kokoh," ucapnya.

Topik Menarik