1 Polisi Masih Hilang usai Penggerebekan Narkoba di Kalteng, Polri Intensifkan Pencarian

1 Polisi Masih Hilang usai Penggerebekan Narkoba di Kalteng, Polri Intensifkan Pencarian

Berita Utama | inews | Minggu, 5 Juli 2026 - 11:22
share

JAKARTA, iNews.id - Polri terus mencari satu polisi yang masih hilang usai penggerebekan bandar narkoba berinisial BIO di Desa Tumbang Kalemei, Kabupaten Katingan, Kalimantan Tengah (Kalteng). Sang polisi yakni Aiptu Sumaryanto.

“Bareskrim Polri memastikan akan mengusut kasus tersebut hingga tuntas sebagai bentuk komitmen dalam memberikan keadilan bagi anggota Polri yang gugur saat menjalankan tugas,” ujar Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri, Brigjen Eko Hadi Santoso, dalam keteranganya, Minggu (5/7/2026).

Dia mengatakan, satu polisi lainnya atas nama Bripda Nopandri Ramadhana yang juga sempat hilang ditemukan dalam kondisi tak bernyawa. Jasad Nopandri ditemukan di Sungai Katingan pada Sabtu (4/7/2026).

"Kami menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya kepada keluarga Bripda Nopandri. Almarhum gugur saat menjalankan tugas. Semoga almarhum mendapat tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan serta kekuatan," kata Eko.

Dia menegaskan, peristiwa yang menimpa Bripda Nopandri menjadi perhatian serius Bareskrim Polri. Saat ini, tim gabungan masih bekerja untuk mengungkap secara tuntas peristiwa tersebut.

"Tim masih terus melakukan pengejaran terhadap para pelaku yang diduga terlibat. Kami tidak akan berhenti sampai seluruh pelaku berhasil diamankan dan diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku," ujar Eko.

Menurutnya, Bareskrim Polri telah berkoordinasi dengan Polda Kalimantan Tengah dan Polres Katingan dalam proses penyelidikan serta pengejaran terhadap pihak-pihak yang bertanggung jawab.

Oleh sebab itu, dia meminta masyarakat yang memiliki informasi keberadaan para pelaku agar segera menyampaikannya kepada aparat kepolisian. 

"Kami mengimbau masyarakat untuk mendukung proses penegakan hukum dengan memberikan informasi yang dapat membantu penyelidikan. Setiap informasi akan kami tindak lanjuti," ujarnya.

Adapun dalam penggerebekan terhadap bandar narkoba di wilayah Katingan, turut memakan korban jiwa dari aparat. Sebelum Bripda Nopandri Ramadhana, lebih dulu Aipda Yudhie Perdana Putra yang gugur dalam operasi tersebut.

Topik Menarik