Kelangkaan Solar di Surabaya, Pemprov Jatim Tambah Kuota Distribusi
SURABAYA, iNews.id - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur (Jatim) menambah kuota bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi jenis solar di tengah masih terjadinya antrean kendaraan di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU), khususnya di Kota Surabaya. Penambahan dilakukan untuk mengatasi lonjakan permintaan yang melebihi pola normal.
Wakil Gubernur (Wagub) Jatim, Emil Elestianto Dardak mengatakan bahwa distribusi kuota solar ditingkatkan dari 2,4 juta kiloliter menjadi 2,7 juta kiloliter. Kenaikan permintaan terjadi pada pertengahan 2026, terutama di jalur-jalur logistik dan kawasan sekitar pelabuhan.
Menurutnya, selain meningkatnya konsumsi, kendala juga terjadi pada armada pengangkut solar dari depo menuju SPBU. Untuk mengatasi hal tersebut, telah disiapkan tambahan armada distribusi yang difokuskan melayani SPBU di kawasan pelabuhan dan sekitar jalan tol.
Dia menyampaikan, distribusi solar bersubsidi saat ini diprioritaskan ke wilayah-wilayah vital agar tidak mengganggu arus logistik, termasuk distribusi sembako dan bahan kebutuhan pokok.
Peringatan Hari Lahir Pancasila, Yuke Yurike Ajak Generasi Muda Perkuat Rasa Cinta Tanah Air
"Kami melihat ada pola pembelian solar yang meningkat dari kondisi sewajarnya sehingga distribusi menjadi prioritas di jalur logistik dan kawasan pelabuhan," ujar Emil.
Dia menjelaskan, Pemprov Jatim terus memantau kondisi ketersediaan solar di SPBU. Apabila kelangkaan masih terjadi, pemerintah akan berkoordinasi dengan BPH Migas dan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) untuk melakukan langkah stabilisasi, termasuk kemungkinan penambahan kuota biosolar bersubsidi.










