Kendaraan Taktis Pasukan Perdamaian Internasional Tiba di Gaza, Personel Menyusul

Kendaraan Taktis Pasukan Perdamaian Internasional Tiba di Gaza, Personel Menyusul

Terkini | inews | Rabu, 1 Juli 2026 - 03:02
share

GAZA, iNews.id - Kendaraan taktis pasukan perdamaian atau Pasukan Stabilisasi Internasional (ISF) untuk pertama kalinya tiba di Jalur Gaza, Selasa (30/6/2026). Kendaraan itu tiba di pangkalan ISF Gaza, melalui perbatasan Karem Shalom, sebagai persiapan logistik menjelang kedatangan pasukan multinasional di wilayah tersebut.

"Kendaraan taktis tiba di Logistics Support Area: Endurance," bunyi pernyataan Dewan Perdamaian, di media sosial X.

Posting-an tersebut disertai beberapa foto menunjukkan kedatangan kendaraan-kendaraan taktis tersebut.

Dewan Perdamaian didirikan pada Januari 2026 atas inisiatif Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump sebagai upaya mencapai penyelesaian damai Hamas-Israel di Gaza.

Pertemuan pertama Dewan Perdamaian tentang Gaza digelar di Institut Perdamaian Amerika Serikat di Washington DC, pada 19 Februari, dipimpin langsung oleh Trump.

Inisiatif ini merupakan bagian dari fase kedua implementasi 20 poin proposal damai Trump yang bertujuan untuk mengakhiri perang di Gaza. Proposal tersebut turut disahkan melalui Resolusi Dewan Keamanan PBB pada November 2025.

Fase pertama perjanjian gencatan senjata mencakup penghentian serangan, pertukaran sandera dan tahanan antara Israel dengan faksi-faksi perlawanan Palestina, serta penarikan bertahap tentara Israel dari wilayah tersebut. Namun, Israel terus melanggar perjanjian hampir setiap hari, dengan melancarkan serangan brutal.

Pada fase kedua, Israel diharapkan melakukan penarikan pasukan lanjutan dari wilayah tersebut, sementara pasukan stabilisasi internasional akan mengambil alih tanggung jawab keamanan, termasuk memfasilitasi pengiriman bantuan kemanusiaan dan material rekonstruksi.

Dengan dukungan AS, Israel melancarkan perang genosida di Gaza pada Oktober 2023, menewaskan lebih dari 73.000 warga Palestina dan melukai lebih dari 173.000 lainnya, sebagian besar perempuan dan anak-anak.

Topik Menarik