Suntik KB untuk Pria Masih Diteliti, BKKBN Bocorkan Informasi Terbaru!

Suntik KB untuk Pria Masih Diteliti, BKKBN Bocorkan Informasi Terbaru!

Gaya Hidup | inews | Selasa, 30 Juni 2026 - 14:45
share

JAKARTA, iNews.id – Pilihan alat kontrasepsi bagi pria di Indonesia hingga kini masih sangat terbatas. Selain kondom, metode operasi pria (MOP) atau vasektomi masih menjadi satu-satunya metode kontrasepsi permanen yang tersedia.

Namun, pemerintah mengungkapkan bahwa penelitian mengenai suntik KB untuk pria terus berjalan. Akankah dalam waktu dekat suntik KB untuk pria rilis?

Deputi Bidang Bina Keluarga Berencana dan Kesehatan Reproduksi (KBKR) Kemendukbangga/BKKBN, Wahidin, mengatakan pihaknya terus mengikuti perkembangan riset kontrasepsi pria, termasuk metode suntik yang diharapkan dapat menjadi alternatif baru di masa mendatang.

"Memang kami masih cukup terkendala terutama dengan pilihan jenis kontrasepsi. Sampai sejauh ini pilihan untuk pria memang sementara ini baru dua pilihan, antara kondom dan vasektomi atau MOP, sehingga ini menjadi salah satu kendala," ujar Wahidin dalam webinar, Selasa (30/6/2026).

Dia menjelaskan, BKKBN bahkan telah beberapa kali mengundang para peneliti, dokter, hingga profesor yang mengembangkan kontrasepsi pria untuk memaparkan hasil riset yang telah dilakukan.

"Kami sebenarnya juga sudah mendorong para periset. Kami juga pernah melakukan webinar dengan dokter dan profesor yang sejauh ini berpengalaman melakukan riset, terutama suntik untuk pria," katanya.

Meski demikian, Wahidin mengakui hasil penelitian tersebut belum dapat diterapkan sebagai program nasional. Menurutnya, efektivitas maupun keamanan metode tersebut masih memerlukan pembuktian melalui penelitian lanjutan.

"Tapi memang sampai sejauh ini belum visibel untuk kemudian bisa menjadi sebuah kesimpulan yang bisa diterapkan menjadi program. Jadi masih dalam bahasa riset yang saya kira masih butuh waktu," ujarnya.

Dia menegaskan pemerintah tetap membuka peluang apabila di masa mendatang penelitian tersebut berhasil diselesaikan dan dinyatakan layak digunakan secara luas.

"Tidak menutup kemungkinan ketika pada saatnya juga ada kontrasepsi suntikan untuk pria. Nah, sejauh ini itu yang sudah kita lakukan," kata Wahidin.

Sementara itu, berdasarkan data BKKBN, penggunaan kontrasepsi di Indonesia hingga kini masih didominasi perempuan. Pengguna kontrasepsi pria masih relatif sedikit, yakni sekitar ratusan ribu pengguna kondom dan sekitar 31 ribu akseptor vasektomi, sehingga pemerintah terus mendorong peningkatan partisipasi pria dalam program keluarga berencana.

Topik Menarik