Keberadaan Terduga Pelaku Penipuan Tantri Kotak Masih Misterius, Diduga Kabur usai Raup Miliaran Rupiah
JAKARTA, iNews.id - Keberadaan terduga pelaku penipuan investasi yang menyeret nama Tantri Kotak hingga kini masih misterius. Vokalis band Kotak itu mengungkapkan, perempuan bernama Popi Novitasari diduga menghilang bersama kedua anaknya setelah kasus tersebut mencuat.
Tantri mengatakan dirinya bersama sang suami, Arda Naff, masih berupaya menempuh jalur hukum. Namun, proses tersebut dilakukan secara hati-hati karena melibatkan banyak korban.
"Sedang proses (hukum) karena korbannya banyak, jadi aku harus menyatukan suara dan langkah-langkah yang tepat. Kita nggak mau grusa-grusu karena ini menyangkut banyak orang," ujar Tantri saat ditemui di Cilandak, Jakarta Selatan, belum lama ini.
Sulitnya menemukan keberadaan terduga pelaku juga diungkapkan Arda Naff. Menurut dia, seluruh akses komunikasi Popi Novitasari mendadak tidak bisa dihubungi, termasuk akun media sosial milik anak-anaknya.
Arda menduga pelarian tersebut telah dipersiapkan dengan matang. Dia menilai seluruh jejak komunikasi sengaja dihapus agar keberadaan pelaku tidak mudah dilacak.
"Nomor telepon, social media dia sampai ke anak-anaknya juga hilang. Langsung left grup di hari itu juga. Kalau cuma tertidur nggak mungkin hapus semua jejak gitu kan, ini sangat terstruktur untuk ngilangin jejak," kata Arda.
Merasa khawatir akan muncul korban baru, Tantri akhirnya memutuskan menyebut nama lengkap terduga pelaku kepada publik. Dia berharap masyarakat lebih waspada apabila suatu saat bertemu dengan orang yang bersangkutan.
"Namanya Popi Novitasari. Saya harus sebut namanya karena saya pengen semua orang ke depannya, kalaupun memang orang ini nggak ketemu, tapi minimal namanya tertera di manapun untuk tidak lagi ada korban selanjutnya," ujar Tantri.
Meski mengaku telah memaafkan secara pribadi, Tantri menegaskan proses hukum tetap harus berjalan. Menurut dia, pelaku harus bertanggung jawab atas kerugian yang dialami para korban.
"Kalau secara manusia aku memaafkan, tapi tetap harus ada yang dipertanggungjawabkan. Bentuk rasa tanggung jawabnya yang kita butuhkan," kata Tantri.
Kasus dugaan penipuan investasi yang menimpa Tantri Kotak dan Arda Naff masih terus bergulir. Hingga kini, keberadaan terduga pelaku belum diketahui, sementara para korban tengah menyusun langkah hukum bersama untuk memperjuangkan hak mereka.










