Nah, Menteri Israel Ini Sebut Perdamaian AS-Iran Tak Tahan Lama
TEL AVIV, iNews.id - Menteri Kebudayaan dan Olahraga Israel Miki Zohar mengungkapkan tidak yakin perjanjian damai antara Amerika Serikat (AS) dan Iran akan bertahan lama. Menurut dia, kesepakatan yang diteken kedua negara tidak akan mampu menyelesaikan persoalan mendasar terkait program nuklir Iran dan berpotensi membuat perang kembali pecah dalam waktu dekat.
“Menurut saya, kesepakatan AS tidak akan menyelesaikan masalah senjata nuklir dan fase perang akan kembali lebih cepat dari yang diperkirakan orang,” kata Zohar, seperti dikutip portal berita Ynet, Kamis (25/6/2026).
Pernyataan itu menjadi kritik terbaru dari pejabat Israel terhadap Nota Kesepahaman (MoU) Islamabad yang ditandatangani Presiden AS Donald Trump dan Presiden Iran Masoud Pezeshkian pada 17 Juni lalu. Kesepakatan tersebut mengakhiri perang yang berlangsung sejak 28 Februari.
Zohar juga menilai, pendekatan Washington terhadap Teheran saat ini keliru. Dia bahkan menuding AS tidak memahami karakter dan tujuan pihak yang diajak berdamai.
Harga Sawit Petani Turun usai Rencana Ekspor Satu Pintu, TBS Merosot hingga Rp1.000 per Kg
“Perilaku AS saat ini terkait masalah Iran tidak baik. Mereka tidak paham siapa yang mereka hadapi,” ujarnya.
Menurut Zohar, keputusan AS untuk berdamai dengan Iran berpotensi menimbulkan ketegangan baru dalam hubungan Washington dan Tel Aviv. Dia menyebut kedua negara bisa berada di jalur yang berseberangan terkait kebijakan keamanan di Timur Tengah.
“AS akan berada di jalur bentrok dengan Israel dalam waktu dekat, dan respons kami terhadap AS tidak akan otomatis. Kepentingan keamanan kami akan menentukan langkah militer,” katanya.
Pernyataan Zohar mencerminkan ketidakpuasan sebagian kalangan politik Israel terhadap kesepakatan damai AS-Iran. Sejumlah pejabat Israel khawatir perjanjian tersebut justru memberi ruang bagi Iran untuk mempertahankan kemampuan militernya tanpa menyelesaikan isu-isu yang selama ini menjadi sumber ketegangan.
Meski demikian, pemerintahan Trump tetap mempertahankan sikapnya bahwa MoU Islamabad merupakan langkah penting untuk mengakhiri konflik dan menciptakan stabilitas baru di kawasan Timur Tengah.
Perjanjian damai tersebut ditandatangani secara elektronik oleh Trump dan Pezeshkian pada 17 Juni, menandai berakhirnya perang yang berlangsung lebih dari tiga bulan dan menimbulkan dampak besar bagi kawasan.










