Wamentan Pastikan Indonesia Tak Lagi Impor Beras, Jagung dan Gula
JAKARTA, iNews.id - Wakil Menteri Pertanian (Wamentan), Sudaryono memastikan bahwa Indonesia telah berhasil menghentikan impor sejumlah komoditas pangan strategis seperti beras, jagung, dan gula. Dia menyebut, capaian ini patut untuk disyukuri.
“Ga impor pangan lagi, ga impor beras lagi, ga impor jagung lagi, ga impor gula lagi. Itu kita syukuri, sembari kita juga secara perlahan kita perbaiki apa yang memang harus kita perbaiki,” ujar Sudaryono dalam keterangannya, Rabu (24/6/2026).
Sudaryono menambahkan, pemerintah akan terus melakukan berbagai perbaikan agar swasembada pangan semakin kokoh dan berkelanjutan.
Dia menyebut, pemerintah terus memastikan ketersediaan benih berkualitas, memperkuat sarana produksi, serta membenahi jaringan irigasi agar pembangunan pertanian semakin merata di seluruh wilayah Indonesia.
“Misalnya kita bagaimana membangun pertanian yang baik, sebaik pertanian yang di tempat lain, di Papua. Membangun pertanian di Papua sebagus pertanian di provinsi lain. Irigasi kita perbaiki, kepastian benih yang baik dan berkualitas kita pastikan dan seterusnya,” kata dia.
Sudaryono menegaskan, Presiden Prabowo Subianto berkomitmen kuat menjadikan swasembada pangan sebagai bagian dari ketahanan dan kedaulatan bangsa. Dia memastikan pemerintah terus mempercepat revitalisasi irigasi secara bertahap hingga 2029.
“Presiden Prabowo tahun lalu telah merevitalisasi dengan anggaran sekitar Rp12 triliun tahun 2025. 2026 ini Rp14 triliun, dan akan diteruskan sampai dengan 2029. Diharapkan di ujung tahun sampai dengan 2029 itu, semua irigasi yang memang diperlukan untuk diperbaiki itu kemudian semua kita perbaiki semua,” tuturnya.
Menurutnya, perbaikan irigasi akan meningkatkan indeks pertanaman sehingga petani dapat menanam lebih dari satu kali dalam setahun dan pada akhirnya mendorong peningkatan kesejahteraan petani.
“Kita harapkan dengan adanya irigasi orang bisa nanam, di musim kemarau bisa nanam. Yang tadinya nanam sekali bisa dua kali, yang dua kali jadi tiga kali, dan itu selain negara kita dapat produktivitas pertani, tapi petaninya juga tambah sejahtera, karena yang tadinya panen sekali bisa panen lebih dari sekali,” ucapnya.










