Mengejutkan! Turis Malaysia yang Viral Hina Warga China Bau Ternyata Polisi
KUALA LUMPUR, iNews.id - Kasus viral turis Malaysia yang menghina warga China dengan menyebut mereka 'bau' memasuki babak baru. Kepolisian Malaysia mengonfirmasi bahwa salah satu individu yang terlibat dalam video kontroversial tersebut merupakan anggota kepolisian dan kini sedang menjalani penyelidikan disiplin.
Inspektur Jenderal Polisi Malaysia, Khalid Ismail, mengatakan, pihaknya telah membuka investigasi internal terhadap personel yang diduga terlibat dalam video yang memicu kemarahan publik di Malaysia maupun China.
"Kami meminta semua pihak tetap tenang karena kepolisian akan melakukan penyelidikan menyeluruh. Selain aspek disiplin, tindakan yang sesuai juga akan diambil jika ditemukan adanya pelanggaran hukum," ujar Khalid seperti dikutip Bernama, Rabu (24/6/2026).
Meski tidak menyebut nama secara langsung, sejumlah media lokal mengaitkan kasus tersebut dengan influencer TikTok Nur Asyiqin Mohd Dalil atau yang dikenal melalui akun @ekyn.wong. Perempuan itu juga disebut-sebut sebagai anggota kepolisian, meski belum ada konfirmasi resmi terkait statusnya.
Kontroversi bermula dari video yang diunggah pada 15 Juni lalu saat rombongan wisatawan Malaysia berada di China. Dalam salah satu rekaman, terdengar seorang perempuan melontarkan komentar bernada merendahkan kepada warga setempat yang sedang mengantre bus.
"Kalian bau. Kalian bau. Apa kalian tidak mandi?" ucap suara dalam video tersebut.
Video lain memperlihatkan keluhan terhadap penumpang kereta yang dianggap berisik, sementara klip berbeda merekam seorang pengemudi transportasi online disertai komentar, "Pakai deodoran, tolong. Baunya tidak enak."
Unggahan tersebut langsung memicu kecaman luas. Banyak netizen menilai tindakan itu tidak menghormati budaya setempat dan mencoreng citra warga Malaysia di luar negeri.
Salah satu komentar yang ramai mendapat perhatian menyebut bahwa setiap pemegang paspor Malaysia secara tidak langsung membawa nama baik negaranya saat bepergian ke luar negeri.
Turis Malaysia yang Menghina Warga China Akhirnya Minta Maaf
Setelah gelombang kritik terus membesar, Nur Asyiqin akhirnya menyampaikan permintaan maaf secara terbuka melalui akun TikTok miliknya pada Sabtu lalu. Dia mengakui perbuatannya telah menimbulkan ketidaknyamanan bagi banyak pihak.
"Saya benar-benar menyesali tindakan saya dan menyadari bahwa perilaku tersebut berlebihan," tulisnya, dikutip dari South China Morning Post.
Dia mengklaim reaksinya terjadi secara spontan dan bukan tindakan yang direncanakan sebelumnya. Ke depan, dia berjanji akan lebih berhati-hati serta lebih peka terhadap sensitivitas masyarakat.
Menariknya, sebelum permintaan maaf itu muncul, tim kuasa hukumnya sempat mengirimkan surat peringatan kepada pengguna media sosial yang dianggap melakukan perundungan, ancaman, hingga penyebaran data pribadi terhadap kliennya dan keluarganya.
Pihak firma hukum yang mewakili Nur Asyiqin menyebut klien mereka menjadi korban doxxing, termasuk tersebarnya informasi pekerjaan dan berbagai komentar bernada penghinaan terhadap keluarganya.
Sementara itu, seluruh video yang memicu kontroversi telah dihapus dari akun TikTok miliknya yang memiliki lebih dari 74 ribu pengikut. Fitur komentar pada unggahan-unggahan lain juga telah dinonaktifkan.
Kasus ini menjadi sorotan karena terjadi di tengah meningkatnya hubungan pariwisata antara Malaysia dan China. Data Tourism Malaysia mencatat lebih dari 3,7 juta wisatawan China berkunjung ke Malaysia sepanjang 2024.
Sementara pada periode Januari-April 2025, jumlah wisatawan China mencapai 1,4 juta orang dan menjadi pasar wisata terbesar ketiga bagi Malaysia setelah Singapura dan Indonesia.


