FIFA Mendadak Ubah Aturan di Laga Prancis Vs Irak, Kylian Mbappe Mengeluh!

FIFA Mendadak Ubah Aturan di Laga Prancis Vs Irak, Kylian Mbappe Mengeluh!

Olahraga | inews | Selasa, 23 Juni 2026 - 14:51
share

PHILADELPHIA, iNews.id – FIFA membuat keputusan mengejutkan dengan meniadakan hydration break pada babak kedua laga Piala Dunia 2026 antara Prancis melawan Irak. Sebab pertandingan tertunda lebih dari dua jam akibat cuaca ekstrem.

Pertandingan Grup I tersebut sempat berjalan normal pada babak pertama sebelum hujan deras dan badai petir memaksa laga dihentikan saat jeda. Penundaan berlangsung sangat lama hingga memengaruhi keseluruhan alur pertandingan di Lincoln Financial Field.

Dalam turnamen ini, FIFA menerapkan kebijakan baru berupa hydration break berdurasi tiga menit di tengah setiap babak. Aturan ini bertujuan memberi kesempatan pemain menghidrasi diri, tanpa memandang suhu atau kondisi cuaca.

Kebijakan tersebut memicu perdebatan luas. Sebagian pihak menilai jeda ini penting untuk keselamatan pemain, sementara kritik lain menyebutnya merusak ritme permainan. Bahkan muncul dugaan kepentingan komersial di balik aturan itu.

Front Office Sports melaporkan jaringan Fox dan Fox Sports berpotensi meraup pendapatan iklan tambahan hingga 250 juta dolar AS atau setara 188 juta poundsterling, sekitar Rp4,44 triliun, dari slot jeda tersebut selama Piala Dunia.

Namun, laga Prancis kontra Irak menjadi pertandingan pertama di Piala Dunia 2026 Amerika Utara yang menghapus hydration break. Juru bicara FIFA menegaskan singkat, “Tidak ada hydration break pada babak kedua.”

Pertandingan di Philadelphia itu benar-benar menjadi malam panjang. Kick-off berlangsung pukul 17.00 waktu setempat, tetapi laga baru berakhir pukul 20.47 setelah jeda hujan lebih dari dua jam di tengah pertandingan.

Bintang Prancis Kylian Mbappe menggambarkan situasi tersebut sebagai pengalaman melelahkan. “Kami menghabiskan banyak waktu untuk menunggu. Ini sangat menguras emosi dan mental karena kami harus tetap fokus di ruang ganti,” kata Mbappe seusai laga dikutip dari Sport Bible.

Dia menambahkan, “Berada di ruang ganti selama satu setengah jam, hampir dua jam, sambil menjaga fokus itu sangat sulit. Itu menuntut banyak hal. Para pemain dan staf sudah bekerja keras.” Mbappe mencetak dua gol dalam kemenangan Prancis.

Sebelum laga, Mbappe sempat memberi pandangan soal hydration break. “Pendapat saya soal hydration break? Jangan tanya kami para pemain, kami sangat reaktif,” ujarnya.

“Jika kami mendominasi di menit ke-25 lalu ada jeda, kami akan kesal karena ritme terganggu. Tapi jika cuaca panas atau kami tertekan, saya justru senang.”

Pelatih Prancis Didier Deschamps juga dimintai komentar soal aktivitas timnya selama penundaan.

Dia sempat bercanda, “Kami main kartu,” lalu melanjutkan, “Kami menunggu. Jadwal terus mundur. Saya menikmati waktu bersama para pemain.”

Deschamps menegaskan aspek keselamatan menjadi prioritas utama. “Ini soal keamanan. Tidak mungkin melawan hujan dan petir. Situasi ini tidak mengganggu saya. Kondisinya sangat khusus dan semoga tidak terulang. Yang terpenting tidak mengambil risiko.”

Keputusan FIFA meniadakan hydration break di laga Prancis vs Irak menegaskan fleksibilitas aturan di tengah kondisi ekstrem, sekaligus menambah babak baru dalam perdebatan soal jeda permainan di Piala Dunia 2026.

Topik Menarik