Kebiasaan Orang Indonesia Makan Pakai Kecap Manis, Menkes Ingatkan Risiko Hipertensi

Kebiasaan Orang Indonesia Makan Pakai Kecap Manis, Menkes Ingatkan Risiko Hipertensi

Gaya Hidup | inews | Selasa, 23 Juni 2026 - 13:15
share

JAKARTA, iNews.id – Kebiasaan masyarakat Indonesia mengonsumsi makanan dengan tambahan kecap manis sudah menjadi bagian dari budaya kuliner sehari-hari. Mulai dari nasi goreng, sate, hingga aneka masakan rumahan, kecap kerap menjadi pelengkap rasa yang dianggap wajib.

Namun, Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin mengingatkan ada risiko kesehatan yang perlu diwaspadai dari kebiasaan tersebut, terutama terkait tingginya asupan natrium yang dapat memicu hipertensi.

Menurut Budi, selama ini banyak masyarakat mengira risiko utama kecap manis berasal dari kandungan gula. Padahal, kandungan natrium di dalamnya justru lebih berbahaya jika dikonsumsi berlebihan dalam jangka panjang.

“Kecap manis, manis kan ya? Tapi yang harus hati-hati itu bukan gulanya,” kata Budi.

Budi mengungkapkan, dalam satu sendok makan kecap manis terdapat sekitar 350 hingga 500 miligram natrium. Jumlah tersebut cukup tinggi jika dibandingkan dengan batas konsumsi harian yang dianjurkan Organisasi Kesehatan Dunia atau World Health Organization, yaitu maksimal 2.000 miligram natrium per hari untuk orang dewasa.

Artinya, jika seseorang mengonsumsi sekitar empat sendok makan kecap manis dalam sehari, asupan natrium sudah dapat mendekati bahkan melampaui batas aman yang direkomendasikan.

“Batasan WHO per hari 2.000 mg. Jadi 4 sendok makan ini sudah lewat,” kata Budi.

Menkes juga menyoroti kebiasaan masyarakat yang cenderung menggunakan kecap dalam jumlah cukup banyak pada berbagai jenis makanan. Kebiasaan ini, jika tidak dikontrol, dapat meningkatkan risiko tekanan darah tinggi atau hipertensi.

Natrium yang berlebihan dalam tubuh dapat menyebabkan penahanan cairan, sehingga volume darah meningkat dan membuat jantung bekerja lebih keras. Kondisi ini dalam jangka panjang dapat memicu gangguan serius seperti penyakit jantung hingga stroke.

Budi mengingatkan masyarakat untuk mulai mengatur penggunaan kecap dalam makanan sehari-hari tanpa harus menghilangkannya sepenuhnya. “Kecap boleh dipakai, tapi harus ditakar. Cukup satu sendok makan untuk satu piring makanan,” kata Budi.

Topik Menarik