Kecap Ditakutkan Punya Kandungan Gula Tinggi, Namun Faktanya Ini Paling Dikhawatirkan
JAKARTA, iNews.id – Kecap manis selama ini kerap dianggap sebagai salah satu penyebab tingginya gula dalam makanan masyarakat Indonesia. Banyak orang menghindari penggunaannya karena khawatir dapat meningkatkan risiko diabetes akibat kandungan gula yang tinggi.
Namun, Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin meluruskan anggapan tersebut dengan menjelaskan risiko utama kecap manis tidak hanya terletak pada gula, melainkan justru pada kandungan natrium yang perlu lebih diwaspadai.
Menurut Budi, masyarakat selama ini cenderung fokus pada rasa manis dari kecap sehingga mengira dampak kesehatannya hanya berasal dari gula. Padahal, kandungan garam atau natrium di dalamnya bisa memberikan dampak lebih serius jika dikonsumsi berlebihan.
“Kecap manis, manis kan ya? Tapi yang harus diwaspadai itu bukan gulanya,” kata Budi.
Dia menjelaskan, dalam satu sendok makan kecap manis terdapat sekitar 350 hingga 500 miligram natrium. Jumlah tersebut cukup tinggi jika dibandingkan dengan batas konsumsi harian yang direkomendasikan Organisasi Kesehatan Dunia atau World Health Organization, yakni maksimal 2.000 miligram natrium per hari untuk orang dewasa.
Dengan demikian, konsumsi kecap dalam jumlah berlebihan dapat membuat seseorang lebih cepat melampaui batas aman natrium harian, meski tanpa disadari.
“Batasan WHO per hari 2.000 mg. Jadi kalau sudah beberapa sendok makan saja, itu sudah mendekati batas,” kata Budi.
Menkes juga menyoroti kebiasaan masyarakat yang menggunakan kecap manis hampir di setiap jenis makanan, mulai dari masakan rumahan hingga kuliner khas Nusantara. Kebiasaan ini dinilai perlu lebih diperhatikan karena dapat berdampak pada kesehatan jangka panjang.
Kelebihan natrium dalam tubuh dapat memicu tekanan darah tinggi atau hipertensi. Kondisi ini terjadi karena tubuh menahan lebih banyak cairan, sehingga meningkatkan volume darah dan membuat jantung bekerja lebih keras.
Jika berlangsung terus-menerus, hipertensi dapat meningkatkan risiko penyakit jantung hingga stroke.
Budi pun mengimbau masyarakat untuk tetap boleh mengonsumsi kecap, namun dengan takaran yang lebih terkontrol agar tidak berdampak pada kesehatan. “Kecap boleh, tapi dibatasi. Cukup satu sendok makan untuk satu piring makanan,” ujarnya.








