Libur Sekolah Tiba, Badan Gizi Nasional Hentikan Sementara Program MBG

Libur Sekolah Tiba, Badan Gizi Nasional Hentikan Sementara Program MBG

Terkini | inews | Jum'at, 19 Juni 2026 - 08:55
share

JAKARTA, iNews.id - Badan Gizi Nasional memutuskan untuk menghentikan sementara pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis selama masa liburan sekolah, yang berlangsung mulai 22 Juni hingga 13 Juli 2026. Kebijakan penghentian sementara ini secara resmi diatur melalui Surat Edaran Nomor 12 Tahun 2026 mengenai Penyesuaian Operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi, yang telah diterbitkan pada 17 Juni 2026.

Wakil Kepala sekaligus Juru Bicara Badan Gizi Nasional, Agustina Arumsari, menjelaskan bahwa langkah ini diambil demi mengoptimalkan tata kelola operasional, menjaga efisiensi sumber daya, serta menetapkan standarisasi pelaksanaan program di seluruh unit pelayanan.

Dia menambahkan bahwa momentum ini bertepatan dengan jadwal libur sekolah formal yang telah ditetapkan oleh Kementerian Pendidikan.

Berbeda dengan masa libur sebelumnya seperti pada bulan Ramadan yang masih menyalurkan bantuan lewat mekanisme sistem bundling, pada liburan kali ini Badan Gizi Nasional memilih untuk sama sekali tidak melakukan distribusi. Kebijakan ini diambil secara menyeluruh demi memastikan standarisasi tata kelola operasional dan efisiensi sumber daya dapat berjalan dengan lebih maksimal di lapangan.

Melalui surat edaran tersebut, ditegaskan pula bahwa unit pelayanan yang tidak beroperasi selama masa libur tidak akan mendapatkan insentif operasional. Sebelumnya, setiap unit memperoleh insentif sebesar enam juta rupiah per hari, bahkan untuk unit yang belum beroperasi penuh karena jumlah penerima manfaatnya belum mencapai target tiga ribu orang.

Dengan total 27.820 unit pelayanan yang saat ini sudah beroperasi di berbagai wilayah, penghentian insentif selama 18 hari masa libur sekolah ini diperkirakan mampu menghemat anggaran negara dalam jumlah yang sangat besar. Agustina mencatat bahwa efisiensi dana dari penghentian sementara insentif ini bisa mencapai angka sekitar tiga triliun rupiah lebih, yang dinilai sebagai angka yang sangat lumayan untuk efisiensi anggaran program.

Topik Menarik