Tubuh Bukan Mesin! Kebiasaan Duduk Seharian dan Kurang Tidur Picu Penyakit Serius

Tubuh Bukan Mesin! Kebiasaan Duduk Seharian dan Kurang Tidur Picu Penyakit Serius

Gaya Hidup | inews | Jum'at, 19 Juni 2026 - 05:57
share

JAKARTA, iNews.id – Tubuh Bukan Mesin! Kebiasaan duduk seharian dan kurang tidur ternyata menjadi dua faktor yang paling sering diabaikan banyak orang. Padahal, kebiasaan tersebut dapat memicu berbagai penyakit serius yang dampaknya baru terasa ketika usia bertambah.

Perawat sekaligus edukator kesehatan Rizal melalui akun X @afrkml mengingatkan masyarakat agar tidak menyepelekan gaya hidup sedentari atau minim aktivitas fisik. Menurut dia, tubuh manusia tidak dirancang untuk terus-menerus berada dalam posisi duduk sepanjang hari.

“Tubuh tuh gak didesain buat duduk doang seharian soalnya,” tulis Rizal dalam unggahannya.

Dia menjelaskan, kurang bergerak dapat meningkatkan risiko berbagai masalah kesehatan, mulai dari obesitas, diabetes tipe 2, tekanan darah tinggi, hingga penyakit jantung. Kondisi ini semakin banyak ditemukan pada masyarakat modern yang menghabiskan sebagian besar waktunya bekerja di depan komputer atau bermain gawai.

Meski begitu, Rizal menegaskan bahwa seseorang tidak harus langsung melakukan olahraga berat untuk menjaga kesehatan. Aktivitas sederhana seperti berjalan kaki selama 10 hingga 15 menit per hari sudah cukup menjadi langkah awal yang baik.

Selain berjalan kaki, naik turun tangga, berdiri secara berkala saat bekerja, hingga melakukan latihan beban ringan di rumah juga dapat membantu tubuh tetap aktif. Kebiasaan kecil tersebut dinilai mampu memberikan manfaat besar jika dilakukan secara konsisten.

Tak hanya kurang bergerak, kebiasaan begadang dan kurang tidur juga menjadi ancaman serius bagi kesehatan. Rizal mengatakan tidur merupakan kebutuhan dasar tubuh yang memiliki peran penting dalam proses pemulihan fisik maupun mental.

Saat seseorang kurang tidur, tubuh tidak memiliki waktu yang cukup untuk memperbaiki sel-sel yang rusak serta menjaga keseimbangan hormon. Akibatnya, risiko berbagai penyakit dapat meningkat secara signifikan.

“Target realistis durasi tidur normal tuh 7–9 jam buat dewasa,” katanya.

Menurut Rizal, banyak orang menganggap kurang tidur sebagai hal biasa, terutama karena tuntutan pekerjaan atau kebiasaan bermain ponsel hingga larut malam. Padahal, kualitas tidur yang buruk dapat memengaruhi konsentrasi, daya tahan tubuh, kesehatan jantung, hingga kesehatan mental.

Untuk memperbaiki pola tidur, dia menyarankan masyarakat mulai menerapkan jadwal tidur yang konsisten setiap hari. Selain itu, penggunaan gawai menjelang waktu tidur sebaiknya dikurangi karena paparan cahaya dari layar dapat mengganggu produksi hormon melatonin yang membantu seseorang terlelap.

Membatasi konsumsi kopi atau minuman berkafein pada malam hari juga menjadi langkah penting untuk mendapatkan waktu istirahat yang berkualitas.

Dalam unggahan yang sama, Rizal turut mengingatkan bahwa kesehatan tubuh tidak hanya dipengaruhi oleh aktivitas fisik dan tidur. Pola makan yang buruk, perut buncit akibat penumpukan lemak, serta stres berkepanjangan juga menjadi faktor yang dapat memperburuk kondisi kesehatan seseorang.

Karena itu, dia mengajak masyarakat untuk mulai memperhatikan kebiasaan sehari-hari sebelum muncul masalah kesehatan yang lebih serius di kemudian hari. Menurutnya, perubahan kecil yang dilakukan secara konsisten dapat memberikan manfaat besar bagi kesehatan jangka panjang.

“Sayangi dirimu sendiri krn tubuhmu sayang banget sama kamu,” ujar Rizal.

Pesan tersebut menjadi pengingat bahwa tubuh memiliki batas kemampuan. Jika terus dipaksa bekerja tanpa cukup bergerak dan beristirahat, berbagai penyakit serius bisa datang lebih cepat dari yang diperkirakan.

Topik Menarik