Kronologi Kivlan Zen Terluka saat Rusuh Eksekusi Hotel Sultan, Ngaku Didorong dari Belakang
JAKARTA, iNews.id - Mantan Kepala Staf Kostrad Mayjen (Purn) Kivlan Zen mengalami luka pada tangan kirinya saat terjadi kericuhan dalam proses eksekusi lahan Hotel Sultan di kawasan Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta, Kamis (18/6/2026). Luka tersebut terjadi setelah tangannya tergores kawat berduri yang terpasang di depan lobi hotel.
Kivlan terlihat mengalami luka pada tangan kiri yang kemudian diperban. Noda darah tampak pada balutan perban tersebut.
Kivlan menjelaskan, insiden itu bermula ketika dirinya berada di dekat kawat berduri untuk berupaya melobi aparat agar tidak melanjutkan proses eksekusi. Namun, situasi yang ramai membuat dirinya terdorong dari belakang hingga mengenai kawat berduri.
"Karena dorongan dari belakang, saya mau ini langsung kena kawat berduri," kata Kivlan sembari duduk di salah satu kursi lobi.
Meski mengalami luka, Kivlan mengaku tidak mempermasalahkan kejadian tersebut. Dia bahkan menyebut darah yang keluar dari lukanya sebagai bagian dari perjuangan yang sedang dijalankannya.
"Nggak apa apa, jadi ada darah saya untuk perjuangan," katanya.
Sebelumnya, proses eksekusi Hotel Sultan di kawasan GBK berlangsung pada Kamis (18/6/2026). Eksekusi tersebut mendapat perhatian publik dan diwarnai ketegangan di lokasi.
Wakil Menteri Sekretaris Negara (Wamensesneg) Bambang Eko Suhariyanto menyatakan eksekusi lahan Hotel Sultan merupakan bagian dari tindak lanjut kebijakan pemerintah terhadap aset negara.
Menurut Bambang, lahan Hotel Sultan merupakan aset negara yang dibebaskan pemerintah sekitar tahun 1959 untuk kepentingan penyelenggaraan Asian Games IV. Dia menyebut lahan tersebut telah digunakan oleh PT Indobuildco selama puluhan tahun.
Bambang menegaskan aset tersebut nantinya akan dimanfaatkan untuk kepentingan masyarakat setelah kembali dikuasai negara.
"Ini aset yang strategis, yang kemudian Presiden juga menyampaikan bahwa nanti ketika dikembalikan kepada negara, aset ini harus dimanfaatkan sebesar-besarnya untuk kemakmuran dan kesejahteraan rakyat. Itu saja yang perlu kita sampaikan," sambungnya.










