Massa Aliansi Perempuan Demo di MH Thamrin Jakarta, Bawa Panci hingga Ompreng
JAKARTA, iNews.id - Massa dari Aliansi Perempuan Indonesia menggelar aksi demonstrasi di Jalan MH Thamrin, Jakarta, Kamis (18/6/2026). Massa tampil mencolok dengan pakaian berwarna merah muda atau pink.
Mereka juga membawa berbagai peralatan dapur seperti panci, mangkuk, sendok hingga ompreng selama aksi berlangsung. Ragam peralatan itu sesekali didentingkan oleh peserta aksi selayaknya kentungan di sela aksi long march.
Koordinator lapangan Aliansi Perempuan Indonesia, Afifah mengatakan pemilihan alat-alat dapur dalam aksi tersebut bukan tanpa alasan. Menurut dia, peralatan dapur menjadi simbol peran perempuan yang sehari-hari mengelola kebutuhan rumah tangga dan paling merasakan dampak kenaikan harga bahan pokok.
"Bayangin, bisa nggak dunia jalan tanpa kerja-kerja perempuan di dapur? Jadi ini politis banget penunjukan kalau kita tuh perempuan tidak akan diam di rumah karena kita yang paling merasakan harga cabai naik, harga beras naik, semua harga-harga bahan pokok naik," kata Afifah.
Dia menuturkan, alat dapur yang dibawa peserta aksi menjadi simbol penolakan terhadap kenaikan harga kebutuhan pokok yang dinilai semakin membebani masyarakat.
"Jadi kita keluarkan ini sebagai simbol kalau kita nggak mau harga naik dan kita mau harga turun karena itu berhubungan langsung sama kita yang mengelola kehidupan memasak sehari-harinya dan mengelola dapur hari-harinya. Jadi kita bawa alat-alat dapur," ujarnya.
Selain alat dapur, mayoritas peserta juga mengenakan pakaian bernuansa pink, mulai dari daster, kerudung, kaos, hingga kebaya. Afifah mengatakan warna tersebut dipilih karena memiliki kedekatan dengan sejarah perlawanan perempuan.
"Pink itu kan dekat sama sejarah perlawanan perempuan juga. Pink itu kayak tanda simbol berani," katanya.
Menurut Afifah, penggunaan warna pink juga menjadi pesan bahwa perempuan tidak hanya berperan sebagai pendukung dalam sebuah gerakan, melainkan mampu memimpin perjuangan politik dan sosial.
"Kan selalu ada stigma perempuan itu kayak hanya pengikut. Dengan pink itu menunjukkan kalau kita gerakan yang bisa juga memimpin politik perlawanan rakyat," ujarnya.
Dia menjelaskan, Aliansi Perempuan Indonesia ingin menunjukkan perempuan memiliki sikap politik dan tuntutan yang berdiri sendiri di tengah berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat saat ini.
"Kita bukan pengikut gerakan saja, kita punya politik independen, kita punya tuntutan independen yang memang di mana perempuan jadi strategi yang sangat-sangat dirugikan hari ini oleh negara dengan berbagai krisis yang terjadi," kata Afifah.
Dalam aksi tersebut, massa menyuarakan tiga tuntutan utama, yakni meminta Presiden Prabowo Subianto menurunkan harga kebutuhan pokok, menciptakan lapangan kerja dan menghentikan program Makan Bergizi Gratis (MBG).










