Timnas Korsel Dibayangi Isu Mata-Mata Jelang Duel Penentuan Piala Dunia 2026

Timnas Korsel Dibayangi Isu Mata-Mata Jelang Duel Penentuan Piala Dunia 2026

Olahraga | inews | Kamis, 18 Juni 2026 - 10:38
share

GUADALAJARA, iNews.id – Korea Selatan menghadapi gangguan serius jelang laga penting Piala Dunia 2026. Sebuah drone terbang di atas markas latihan tim dan berhasil dijatuhkan.

Insiden ini muncul hanya beberapa hari setelah kemenangan dramatis 2-1 atas Ceko, hasil yang sempat mengangkat optimisme Taegeuk Warriors di fase grup.

Korea Selatan membuka kampanye Piala Dunia dengan cara ideal lewat kemenangan atas wakil Eropa tersebut. Sempat tertinggal lebih dulu melalui gol Ladislav Krejci pada menit ke-59, Korea Selatan bangkit dan membalikkan keadaan lewat gol Hwang In-beom serta Oh Hyeon-gyu.

Kemenangan itu seharusnya menjadi momentum kuat. Namun pertandingan tersebut justru diwarnai sorotan lain terkait minimnya jumlah penonton di stadion, situasi yang mendorong FIFA mengeluarkan pernyataan resmi yang dinilai janggal oleh publik sepak bola internasional.

Fokus Korea Selatan kini tertuju ke laga berikutnya melawan Meksiko pada Jumat mendatang. Kemenangan di laga ini membuka peluang besar bagi Korea Selatan untuk merebut posisi puncak klasemen grup dan mengamankan tiket ke fase gugur.

Drone Dijatuhkan, Kekhawatiran Intai Taktik Mengemuka

Persiapan menuju laga krusial tersebut mendadak terganggu setelah sebuah drone terdeteksi terbang di atas pusat latihan Korea Selatan. Menurut laporan BBC, drone itu berhasil dicegat dan dijatuhkan sebelum situasi berkembang lebih jauh.

Insiden tersebut memicu kekhawatiran adanya upaya memata-matai persiapan tim. Otoritas militer Meksiko disebut mengambil tindakan cepat untuk menurunkan drone tersebut demi alasan keamanan.

Pelatih Korea Selatan Hong Myung-bo menanggapi kejadian itu dengan nada tenang namun tegas.

“Itu tidak berdampak signifikan bagi kami, tetapi saat kami sedang mempersiapkan pertandingan, momen itu sangat penting, jadi apa yang terjadi terasa disayangkan,” ujar Hong dalam konferensi pers.

Situasi ini menambah daftar gangguan non-teknis yang dialami Korea Selatan selama turnamen. Sebelumnya, para pemain memutuskan menghentikan komunikasi dengan media lokal setelah komentar internal terkait Son Heung-min terekam kamera dan memicu kontroversi.

Para pemain dilaporkan hanya berbicara kepada media Korea Selatan dalam agenda resmi Piala Dunia. Sejumlah sesi wawancara terjadwal bahkan dibatalkan sebagai bentuk sikap kolektif tim.

Kasus dugaan pengintaian menggunakan drone bukan hal baru di turnamen besar. Pada 2024, tim nasional wanita Kanada sempat dituding memanfaatkan drone untuk memantau sesi latihan Selandia Baru jelang laga pembuka Olimpiade Paris.

Di level klub, praktik serupa juga mencuat. Southampton pernah tertangkap memata-matai beberapa lawan mereka di Divisi Championship, pelanggaran yang berujung pada hilangnya tempat di final playoff dan peluang promosi ke Premier League.

Topik Menarik