Jalin Kerja Sama, BXSea Oceanarium Terima Bayi Kuda Laut dari YO-GYO Aquarium Jepang

Jalin Kerja Sama, BXSea Oceanarium Terima Bayi Kuda Laut dari YO-GYO Aquarium Jepang

Travel | inews | Rabu, 17 Juni 2026 - 17:07
share

TANGERANG SELATAN, iNews.id - BXSea Oceanarium menjalin kerja sama internasional dengan YO-GYO Aquarium Jepang, Sabtu (13/6/2026). Sejumlah pihak turut terlibat, yakni Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) dan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).

Sebagai bagian dari kolaborasi tersebut, YO-GYO Aquarium Jepang memberikan hibah sejumlah bayi Pot-Bellied Seahorse (kuda laut perut besar) yang kini menjadi bagian dari Conservation Zone BXSea Oceanarium. 

Direktur PT Jaya Real Property Tbk, Tina Hadisumarto, mengaku bangga menambah koleksi spesies istimewa di BXSea. Pihaknya pun menyampaikan ucapan terima kasih kepada seluruh pihak yang terlibat dan memberikan pendampingan dalam proses menghadirkan Pot-Bellied Seahorse ke Indonesia. 

"Kami berharap dapat memberikan pengalaman dan inspirasi bagi masyarakat dalam mengenal dan turut, serta dalam konservasi satwa akuatik di Indonesia," tuturnya, Sabtu (13/6/2026)

Direktur Konservasi Spesies dan Genetik, Sarmintohadi, menegaskan bahwa Pemerintah mengawal proses tersebut agar tetap berlangsung sesuai regulasi, termasuk penandatanganan kerja sama hari ini, serta kegiatan konservasi yang akan berlangsung besok hari.

"Ini momentum yang baik bagi peneliti kita untuk bertukar ilmu pengetahuan, kemudian pembelajaran juga bagi kami bagaimana elaborasi program ini tidak hanya pada kebijakan, tetapi juga sampai dengan tahap implementasi," katanya.

Bayi Pot-Bellied Seahorse atau kuda laut perut besar kini menjadi bagian dari Conservation Zone BXSea Oceanarium. (Foto: iNews/Isra Triansyah)

Sementara itu, Curator of YO-GYO Aquarium, Karibu Suzuki, menjelaskan bahwa kehadiran spesies kuda laut  perut besar tersebut diharapkan dapat menjadi sarana edukasi bagi masyarakat mengenai pentingnya menjaga kelestarian ekosistem laut dan keanekaragaman hayati bawah laut.

"Hubungan kerja sama ini terjalin berkat bayi kuda laut. Semoga ke depannya dapat terus terjalin dengan baik. Saya berharap agar hubungan persahabatan Indonesia dan Jepang semakin erat dan kita semakin belajar tentang kekayaan laut dengan komitmen bersama untuk perlindungan ekosistem laut dan satwa liar," ucapnya.

Melalui kemitraan yang terjalin, BXSea, YO-GYO Aquarium, KKP, dan BRIN berkolaborasi dalam pengembangan program edukasi, konservasi, penelitian, serta pertukaran pengetahuan dan teknologi kelautan antara Indonesia dan Jepang.

Terkait hal tersebut, Kepala Pusat Riset BRIN, Decky Indrawan Junaedi, turut menyampaikan bahwa tugas konservasi sejatinya tidak hanya menjaga dan menyelamatkan, tetapi juga memberdayakannya. Seperti halnya yang dilakukan BXSea, yakni berkontribusi dalam konservasi keanekaragaman hayati laut di Indonesia.

"Kami sangat menyambut baik kegiatan ini. Kami yakin teman-teman BXSea tidak akan berhenti dalam melakukan langkah konservasi, maka kami juga siap untuk mendukung," ujarnya. 

Satu Visi Jaga Keberlanjutan Kehidupan Laut

Pengunjung menikmati koleksi terbaru Pot-Bellied Seahorse atau kuda laut perut besar di BXSea. (Foto: iNews/Isra Triansyah)

Kerja sama kedua pihak sejatinya berawal dari pertemuan antara BXSea Oceanarium dan YO-GYO Aquarium di Jepang pada 15 Maret 2026 lalu. Kedua institusi tersebut dipersatukan oleh visi yang sama untuk menjaga keberlanjutan kehidupan laut melalui kolaborasi yang berlandaskan pengetahuan, tujuan, dan tanggung jawab bersama.

Sebagai bentuk nyata dari kemitraan tersebut, YO-GYO Aquarium telah memberikan hibah sejumlah biota laut kepada BXSea Oceanarium. Hibah ini tidak hanya menjadi simbol persahabatan dan kepercayaan antara kedua institusi, tetapi juga mencerminkan komitmen jangka panjang dalam mendukung upaya konservasi global.

Salah satu biota yang dihibahkan adalah beberapa bayi Pot-Bellied Seahorse yang sejak 23 April 2026 telah menjadi bagian dari Conservation Zone BXSea Oceanarium, yakni Journey Seahorse Empire. Kehadiran spesies unik ini diharapkan dapat menjadi sarana edukasi bagi pengunjung untuk memahami pentingnya menjaga ekosistem laut dan melindungi spesies yang rentan sejak dini.

Director Blue Corner, Inc., Yogyo Aquarium, Koji Ishigaki, menjelaskan bahwa pihaknya turut mengembangbiakkan ikan muda dan diberikan ke sejumlah akuarium di Jepang dan Spanyol. Dia mengaku memilih BXSea karena visi yang sama untuk konservasi dan edukasi mengenai lingkungan.

"Kami berharap, kolaborasi ini dapat menjadi pintu masuk untuk membuat anak-anak tertarik dan dapat berpikir ke depannya mereka dapat berkontribusi untuk mengembangkan biota yang ada di konservasi ini," katanya.

Sejalan dengan hal itu, Pimpinan Unit BXSea, Sri Agung Agus Putranto, menegaskan bahwa BXSea sendiri bukan hanya sekadar destinasi wisata, tetapi juga memiliki nilai-nilai edukasi dan konservasi di dalamnya.

"Kami berkolaborasi untuk menghadirkan sesuatu yang dibutuhkan anak-anak, yang mereka ingin ketahui informasinya tanpa perlu pergi jauh ke luar negeri. Cukup di BXSea Oceanarium Bintaro Jaya Tangerang Selatan," katanya.

Menurutnya, edukasi mengenai konservasi menjadi hal yang sangat penting untuk meningkatkan literasi anak-anak. Namun, hal tersebut tentunya memerlukan dukungan dari berbagai pihak agar dapat terlaksana dengan baik.

"Mari bersama-sama menjaga dan melestarikan kekayaan laut yang berharga ini," tutur Karibu Suzuki.

Topik Menarik