Ubed Gagal ke Final Australian Open 2026, Kalah Berani di Poin-Poin Kritis
SYDNEY, iNews.id – Moh Zaki Ubaidillah tersingkir di semifinal Super 500 pertamanya di Australian Open 2026. Tunggal putra Indonesia itu gagal ke final setelah kalah dari wakil China, Dong Tian Yao. Laga berlangsung di Quaycentre, Olympic Boulevard, Sydney, Sabtu (13/6/2026).
Ubed kalah lewat pertandingan ketat tiga gim dengan skor 19-21, 21-9, dan 18-21. Hasil itu membuat tiket final Australian Open 2026 lepas dari genggamannya.
Meski gagal ke final, pencapaian ini tetap menjadi catatan penting bagi Ubed. Dia untuk pertama kalinya mampu menembus semifinal turnamen level Super 500.
Namun Ubed tidak ingin larut dalam rasa puas. Dia menilai masih banyak target yang harus dikejar dalam perjalanan kariernya.
"Pertandingan hari ini cukup ketat, saya tetap besyukur walaupun hasilnya belum memuaskan," kata Ubed.
Dong Lebih Berani di Poin Kritis
Ubed mengaku sudah berusaha memberikan yang terbaik. Namun dia menyebut Dong tampil lebih berani pada fase akhir gim ketiga.
"Tadi saya sudah coba yang terbaik, ya mungkin belum rezeki. Di akhir-akhir gim ketiga saya agak kaget karena dia mulai mempercepat tempo dan variasi depannya banyak variasi. Dia lebih berani dan lebih agresif di poin-poin kritis," ujarnya.
Gim pertama berjalan ketat sebelum Dong merebut kemenangan 21-19. Ubed kemudian bangkit luar biasa pada gim kedua dengan kemenangan telak 21-9.
Pertarungan kembali sengit pada gim penentuan. Ubed sempat menjaga peluang, tetapi perubahan tempo Dong membuat pertandingan berbalik pada poin-poin penting.
Ubed menilai Dong memang tampil sangat baik di turnamen ini. Dia juga menyebut lawannya sudah mempelajari pertemuan pertama mereka tahun lalu.
"Di turnamen ini dia memang bermain sangat baik, dia mempelajari pertemuan pertama kami tahun lalu," tuturnya.
Ubed Tak Mau Cepat Puas
Kekalahan ini menjadi bahan evaluasi besar bagi Ubed. Dia merasa harus memperbaiki banyak hal agar bisa melangkah lebih jauh pada turnamen berikutnya.
"Senang bisa menembus babak semifinal Super 500 pertama kali tapi pastinya saya belum puas, masih banyak lagi yang mau saya ke kejar di depan. Masih banyak yang harus diperbaiki dan dievaluasi lagi," ucap Ubed.
Pernyataan itu menunjukkan ambisi besar Moh Zaki Ubaidillah. Dia tidak ingin semifinal Super 500 pertama menjadi batas pencapaiannya.
Ubed kini harus menerima kekalahan dari Dong Tian Yao. Namun pengalaman di Australian Open 2026 bisa menjadi modal penting untuk mengejar hasil lebih besar ke depan.










