Nyeri Perut Kanan Bawah Jangan Diabaikan, Bisa Jadi Gejala Usus Buntu
JAKARTA, iNews.id – Nyeri perut bagian kanan bawah yang terasa semakin hebat saat berjalan, batuk, atau ditekan tidak boleh dianggap sepele. Kondisi tersebut bisa menjadi tanda apendisitis atau radang usus buntu yang membutuhkan penanganan medis segera.
Influencer kesehatan, dr Aditya Surya Pratama, mengingatkan bahwa banyak orang tidak menyadari gejala awal usus buntu karena nyeri sering kali bermula dari area sekitar pusar atau ulu hati sebelum berpindah ke perut kanan bawah.
“Secara medis kondisi ini disebut yang namanya appendicitis yaitu peradangan pada apendiks atau usus buntu. Jadi, kalau kalian tahu organ ini tuh bentuknya kecil seperti kantong. Dia nempel di usus besar bagian kanan bawah,” kata dr Aditya, dikutip Sabtu (13/6/2026).
Dia menjelaskan, apendiks merupakan organ kecil yang terletak di bagian kanan bawah perut. Meski ukurannya kecil, peradangan pada organ tersebut dapat berkembang menjadi kondisi darurat yang berisiko menimbulkan komplikasi serius.
Kronologi Lengkap Munculnya Kasus Hantavirus di Jakarta, Kontak Erat di Kapal Pesiar MV Hondius
“Tapi walaupun kecil, kalau meradang ini bisa jadi kondisi darurat. Dan menurut data penelitian dan berbagai jurnal bedah, apendisitis ini adalah salah satu penyebab paling sering nyeri perut akut yang membutuhkan operasi dengan resiko tertinggi pada usia remaja hingga dewasa muda,” ujarnya.
Menurut dr Aditya, gejala apendisitis memiliki pola yang cukup khas. Awalnya penderita merasakan nyeri di ulu hati atau sekitar pusar. Dalam beberapa jam, rasa sakit kemudian berpindah ke perut kanan bawah dan semakin terasa saat tubuh bergerak.
“Kita bicara gejalanya, ini cukup khas biasanya. Awalnya itu biasanya nyeri di ulu hati atau di sekitar pusar sini. Lalu dalam beberapa jam itu berpindah ke perut kanan bawah. Terus biasanya nyerinya makin terasa saat jalan, batuk atau ditekan,” kata dr Aditya.
Selain nyeri perut, penderita juga dapat mengalami mual, muntah, kehilangan nafsu makan, hingga demam yang muncul secara tiba-tiba. Pada kondisi yang lebih berat, perut bisa terasa kaku akibat peradangan yang semakin parah.
Dia menuturkan, salah satu penyebab apendisitis adalah sumbatan pada usus buntu yang dapat dipicu oleh tinja yang mengeras atau pembengkakan jaringan limfoid. Sumbatan tersebut membuat bakteri berkembang biak dan memicu peradangan.
“Nah, lalu akibat dari sumbatan ini bakteri ini berkembang biak di dalamnya, di kantong kecil ini. Akhirnya tekanan meningkat lalu terjadilah peradangan,” katanya..
Jika tidak segera ditangani, usus buntu yang meradang berisiko pecah atau mengalami perforasi. Kondisi ini dapat menyebabkan infeksi menyebar ke seluruh rongga perut dan menimbulkan komplikasi serius yang membutuhkan operasi lebih besar.
“Kalau untuk terapinya, penanganan utama adalah operasi pengangkatan usus buntu atau apendektomi atau bisa juga dilakukan dengan operasi terbuka dan bisa juga sekarang laparoskopi yang lebih minimal invasif,” ujar dr Aditya.
Sebab itu, masyarakat diimbau segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan apabila mengalami nyeri perut yang berpindah ke bagian kanan bawah disertai mual, muntah, atau demam. Penanganan dini dapat mencegah komplikasi yang lebih berbahaya.









