Identitas Kerangka Manusia di Bukit Jember, Warga Diduga Depresi usai Cerai dengan Istri
JEMBER, iNews.id - Identitas kerangka manusia di Bukit Jember akhirnya terungkap. Kerangka yang ditemukan di kawasan perbukitan Desa Tegalwaru, Kecamatan Mayang, Kabupaten Jember, Jawa Timur itu dikenali sebagai Hasan Basri alias Sanah (32).
Korban merupakan warga Dusun Plalangan, Desa Tegalwaru. Dia sebelumnya dilaporkan hilang oleh keluarganya sejak pertengahan April 2026.
Polisi menduga korban meninggal saat menyendiri di kawasan bukit. Dari keterangan sementara, korban disebut mengalami depresi setelah bercerai dengan istri.
Kerangka manusia tersebut pertama kali ditemukan buruh tani yang hendak memanen ketela pohon. Temuan itu langsung dilaporkan kepada perangkat desa dan diteruskan ke Polsek Mayang, Rabu (10/6/2026).
Polisi bersama Tim Inafis Polres Jember mendatangi lokasi melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Identitas korban dipastikan berdasarkan hasil identifikasi dan keterangan keluarga.
Kepala Dusun Plalangan, Handoso mengatakan, laporan awal datang dari warga yang menemukan kerangka manusia di area perbukitan. Setelah dicek, korban ternyata merupakan warga setempat.
"Ada warga menemukan mayat lapor sama saya lalu diteruskan ke polisi. Ternyata korban warga saya, katanya cerai sama istri lalu sempat dicari keluarganya," ujarnya, Kamis (11/6/2026).
Saat ditemukan, kondisi jasad korban sudah tinggal tulang belulang dan tengkorak. Sementara pakaian berupa baju, celana, dan sarung ditemukan terpisah sekitar 2 meter dari kerangka.
Jasad korban kemudian dievakuasi dari atas bukit. Selanjutnya, jenazah dibawa ke Puskesmas Mayang untuk pemeriksaan lebih lanjut.
Kapolsek Mayang AKP Dian Eko Trimuryono mengatakan, korban memang sempat dilaporkan hilang beberapa waktu sebelumnya. Korban dikenali dari sejumlah ciri, termasuk pakaian yang ditemukan di sekitar lokasi.
"Korban memang hilang beberapa waktu sebelumnya. Dikenali dari beberapa ciri pakaian yang dikenakan. Hasil visum masih berproses namun pemeriksaan awal tidak ditemukan tanda kekerasan. Dari keterangan sementara, korban mengalami depresi usai cerai dengan istri," katanya.
Hadiri Sidang Nadiem, Rocky Gerung: Saya Ingin Tahu Apakah Sidang Dituntun Nalar Hukum yang Bersih
Menurut polisi, korban baru pulang ke rumah orang tuanya sekitar dua bulan lalu setelah bercerai dengan istrinya. Sejak itu, korban disebut mengalami depresi dan sering menyendiri.
Korban kemudian pergi dari rumah tanpa pamit hingga akhirnya dilaporkan hilang oleh keluarganya. Pencarian sempat dilakukan sebelum korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.
Hasil olah TKP sementara dan pemeriksaan awal tidak menemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Polisi menduga korban meninggal bukan akibat tindak pidana.
Meski demikian, hasil visum masih berproses untuk memastikan penyebab kematian korban. Polisi masih menunggu hasil pemeriksaan lanjutan dari pihak medis.










