Embun Es Kembali Selimuti Dieng, Suhu Minus 1 Derajat Celsius

Embun Es Kembali Selimuti Dieng, Suhu Minus 1 Derajat Celsius

Nasional | inews | Selasa, 9 Juni 2026 - 07:55
share

BANJARNEGARA, iNews.id - Fenomena embun es atau embun upas kembali muncul di kawasan dataran tinggi Dieng, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah. Suhu udara yang turun hingga minus 1 derajat celsius menyebabkan embun membeku dan menyelimuti sejumlah area wisata, termasuk kompleks Candi Arjuna.

Lapisan es tampak menutupi rerumputan, daun-daunan dan berbagai permukaan tanaman di kawasan tersebut. Kondisi ini terjadi akibat suhu udara yang sangat dingin pada dini hari sehingga embun yang menempel berubah menjadi kristal es.

Fenomena embun es atau embun upas kembali muncul di dataran tinggi Dieng, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah. (Foto: iNews).

Menurut pengamatan warga, suhu udara di Dieng mulai turun drastis sejak dini hari. Embun es mulai terbentuk pukul 03.00 WIB dan bertahan hingga matahari terbit.

Fenomena embun upas menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan. Sejak pagi, banyak pengunjung memadati kawasan Candi Arjuna untuk menyaksikan langsung fenomena alam tersebut dan mengabadikannya melalui kamera ponsel.

Erwin, wisatawan asal Salatiga mengaku sengaja datang ke Dieng untuk melihat kemunculan embun es yang jarang ditemui di daerah lain.

"Untuk Juni kita dapat info ada embun es kamanya kita bela-belain datang ke sini berangkat jam tujuh malam dari Salatiga. Sampai ini jam 11 malam dan istirahat sebentar, subuh tadi kita ke sini," kata  Erwin.

Sementara itu, warga setempat, Hasta mengatakan bahwa fenomena embun es kerap terjadi saat musim kemarau ketika suhu udara di Dieng mengalami penurunan yang signifikan.

"Ini masih bisa tebal lagi karena kan ini masih Juni dan puncaknya di Agustus, " kata Hasta.

Fenomena embun upas merupakan peristiwa yang lazim terjadi di Dieng selama musim kemarau. Meski menjadi daya tarik wisata, pengunjung diimbau menyiapkan jaket tebal dan perlengkapan penghangat tubuh karena suhu udara pada dini hari hingga pagi hari dapat mencapai titik ekstrem.

Topik Menarik