Murka! Iran: Kami Berhak Balas Serangan AS

Murka! Iran: Kami Berhak Balas Serangan AS

Terkini | inews | Minggu, 7 Juni 2026 - 06:10
share

TEHERAN, iNews.id - Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Iran mengutuk serangan udara Amerika Serikat (AS) terhadap fasilitas radar dan pengawasan pantai di wilayah Sirik dan Pulau Qeshm, Sabtu (6/6/2026) dini hari.

Serangan itu disebut sebagai pelanggaran nyata terhadap perjanjian gencatan senjata yang berlaku sejak 8 April.

Kemlu Iran juga menyebut tindakan AS itu sebagai agresi terhadap kedaulatan dan integritas teritorial negaranya.

Fasilitas yang menjadi sasaran serangan berperan dalam melindungi perbatasan Iran serta memastikan keamanan jalur pelayaran internasional.

Serangan tersebut juga bagian dari tindakan permusuhan dan provokatif berkelanjutan oleh AS serta pengabaian terhadap prinsip-prinsip hukum internasional dan Piagam PBB.

Pelanggaran berulang AS terhadap gencatan senjata menunjukkan tak adanya komitmen untuk mengurangi ketegangan serta memulihkan stabilitas.

Kemlu Iran juga memperingatkan, AS akan bertanggung jawab atas konsekuensi tindakannya dan setiap eskalasi lebih lanjut.

Disebutkan pula, militer Iran membalas serangan tersebut dalam kerangka hak untuk membela diri serta menggagalkan tujuan serangan tersebut.

Menurut Kemlu, Iran berhak membela diri berdasarkan Pasal 51 Piagam PBB. Teheran akan menggunakan semua cara yang tersedia untuk mempertahankan kedaulatan, keamanan, dan kepentingan nasionalnya.

Selanjutnya, Iran menyerukan negara-negara di kawasan untuk mematuhi prinsip bertetangga yang baik serta tidak mengizinkan wilayah atau fasilitas mereka digunakan untuk merencanakan atau melakukan tindakan permusuhan terhadap Iran.

Lebih lanjut, Iran juga mendesak Sekjen PBB, Dewan Keamanan, dan badan-badan internasional lainnya untuk merespons pelanggaran gencatan senjata berkelanjutan oleh AS, tindakan melanggar hukum, serta mencegah ancaman lebih lanjut terhadap perdamaian dan keamanan regional dan internasional.

Sebelumnya Komando Pusat AS (Centcom) mengumunkan serangan terhadap fasilitas radar pengawasan pantai di Sirik dan Pulau Qeshm, Iran.

Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) kemudian mengumumkan, pangkalan militer AS di kawasan menjadi sasaran rudal sebagai pembalasan atas serangan AS tersebut.

Topik Menarik