Dramatis! Pendaki Jatuh ke Jurang di Gunung Semeru Dievakuasi dari Kedalaman 375 Meter

Dramatis! Pendaki Jatuh ke Jurang di Gunung Semeru Dievakuasi dari Kedalaman 375 Meter

Nasional | inews | Sabtu, 6 Juni 2026 - 11:19
share

LUMAJANG, iNews.id - Proses penyelamatan pendaki yang jatuh ke jurang sedalam 375 meter di lereng barat Gunung Semeru berlangsung dramatis dan penuh risiko. Tim SAR gabungan masih berjibaku mengevakuasi korban berinisial C (18) dari medan ekstrem dengan kemiringan tebing mencapai 80 derajat hingga Jumat (5/6/2026),

Operasi penyelamatan pendaki jatuh ini telah berlangsung sejak Kamis malam (4/6/2026) setelah korban ditemukan di dasar jurang. Sejumlah personel SAR turun langsung ke lokasi untuk mengevakuasi menggunakan peralatan khusus di tengah kondisi medan yang sangat terjal.

Petugas harus mengandalkan sistem tali yang dipasang pada tebing dan vegetasi di sekitar lokasi. Bahkan dalam beberapa kesempatan, anggota tim SAR terpaksa beristirahat sambil tetap tergantung di dinding tebing karena sulitnya medan yang dihadapi.

Kesulitan evakuasi semakin bertambah karena lokasi jatuhnya korban berada di sisi barat Gunung Semeru yang bukan merupakan jalur pendakian resmi.

Area tersebut dipenuhi vegetasi rapat dan tebing curam sehingga memperlambat pergerakan personel maupun distribusi peralatan penyelamatan.

Kepala Kantor SAR Surabaya, Nanang Sigit, mengatakan proses evakuasi dilakukan menggunakan metode slope rescue, yakni teknik penyelamatan di medan miring yang umum digunakan dalam operasi SAR pegunungan.

"Pendaki tersebut diposisikan dengan keadaan terlentang di flexible atau rolling stretcher, kemudian diamankan dengan sistem tali," ujar Nanang Sigit dikutip dari iNews Malang Raya, Jumat (5/6/2026).

Dalam proses tersebut, korban ditempatkan di atas tandu khusus kemudian ditarik secara bertahap menuju titik aman di atas tebing.

Menurut Nanang, metode tersebut dipilih karena dianggap paling aman bagi korban maupun petugas yang terlibat dalam operasi penyelamatan.

"Dari jurang, survivor dievakuasi naik dengan slope rescue menuju titik kumpul tim di atas. Kemudian dari atas akan ditandu untuk turun menuju ke posko," katanya.

Selama proses penarikan, tim SAR harus bekerja ekstra hati-hati. Gesekan tali dengan batu tajam di sepanjang jalur menjadi salah satu risiko yang terus diwaspadai.

Untuk mencegah kondisi korban memburuk akibat suhu dingin pegunungan, tim SAR membungkus tubuh korban dengan pelindung khusus.

Selain itu, petugas juga mendampingi di sisi kanan dan kiri korban selama proses evakuasi guna memantau kondisi kesehatan sekaligus memberikan makanan dan minuman.

"Proses evakuasi dilakukan dengan menarik survivor dengan pengawalan di sisi kanan dan kirinya. Proses penarikan dilakukan secara bergantian dan memerlukan kewaspadaan mengingat medan yang terjal dan curam," kata Nanang Sigit.

Kaki korban juga dipasang bidai untuk membatasi pergerakan dan mencegah cedera semakin parah selama perjalanan menuju titik aman.

Selain menghadapi medan ekstrem, operasi penyelamatan juga sempat terkendala aktivitas vulkanis Gunung Semeru.

Abu vulkanis hasil erupsi beberapa kali bergerak ke arah barat dan menambah tingkat kesulitan tim yang sedang mengevakuasi di lereng gunung.

Meski demikian, tim SAR gabungan tetap melanjutkan proses penyelamatan dengan memperhatikan keselamatan seluruh personel yang bertugas.

Nanang memperkirakan korban dapat tiba di posko evakuasi pada Jumat malam apabila kondisi cuaca tetap mendukung dan seluruh personel berada dalam kondisi prima.

"Proses evakuasi hingga tiba di Posko diperkirakan selesai pada Jumat (5/6/2026) malam dengan melihat kondisi fisik survivor maupun tim SAR gabungan dan juga cuaca di lokasi. Kalau lancar estimasi 8-10 jam perjalanan," ucapnya.

Topik Menarik