Indonesia Short Course Emerging Series 2026 Jadi Senjata Baru Cetak Perenang Dunia
JAKARTA, iNews.id – Indonesia Short Course Emerging Series 2026 menjadi tumpuan baru pembinaan renang nasional dengan fokus memperluas jam terbang atlet muda sekaligus mempercepat lahirnya perenang Indonesia berdaya saing dunia.
Kompetisi kolam pendek ini dirancang sebagai rangkaian berkelanjutan untuk menjawab kebutuhan utama olahraga akuatik nasional, yakni minimnya kompetisi terukur yang berlangsung konsisten sepanjang tahun. Skema ini membuka ruang uji kemampuan atlet secara rutin dalam suasana kompetitif.
Indonesia Short Course Emerging Series 2026 mendapat dukungan penuh dari Akuatik Indonesia, Komite Olahraga Nasional Indonesia, serta Chandra Asri Group. Kolaborasi ini diarahkan untuk menyiapkan atlet Indonesia tampil di level Asia Tenggara, Asia, hingga dunia.
Wakil Ketua Umum I PB Akuatik Indonesia sekaligus Direktur Indonesia Short Course Emerging Series, Wisnu Wardhana, menilai keberadaan kompetisi berkualitas menjadi kunci lonjakan prestasi internasional.
“Negara-negara yang konsisten meraih prestasi dunia memiliki satu kesamaan, yaitu sistem kompetisi yang berjalan sepanjang tahun. Atlet tidak hanya berlatih, tetapi juga memiliki kesempatan untuk mengukur kemampuan mereka secara rutin melalui kompetisi yang kompetitif. Indonesia Short Course Emerging Series dibangun dengan semangat tersebut,” ujar Wisnu.
Dia menegaskan ajang ini tidak semata mengejar juara. “Kami ingin membangun sebuah ekosistem. Ketika seorang atlet muda tampil di sini, dia harus melihat adanya jalur yang jelas menuju level berikutnya. Dari kejuaraan nasional, menuju tim nasional, hingga pada akhirnya mewakili Indonesia di panggung dunia. Itulah tujuan besar yang ingin dicapai melalui program ini.”
Investasi Prestasi dan Keberlanjutan
Ketua Umum KONI Marciano Norman menilai kompetisi berjenjang seperti Indonesia Short Course Emerging Series berperan vital dalam strategi jangka panjang pembinaan atlet nasional.
“Prestasi olahraga adalah hasil dari proses panjang. Tidak ada atlet juara dunia yang lahir tanpa sistem pembinaan yang baik. Karena itu, KONI mendukung hadirnya kompetisi-kompetisi yang mampu memperkuat mata rantai pembinaan atlet nasional. Indonesia Short Course Emerging Series menjadi salah satu langkah konkret menuju tujuan tersebut,” kata Marciano.
Selain fokus prestasi, Indonesia International Short Course 2026 juga mengusung prinsip keberlanjutan. Bersama Chandra Asri Group, penyelenggara menghadirkan Kampanye Indonesia Asri sebagai bagian edukasi lingkungan di arena kompetisi.
Inisiatif ini mencakup fasilitas pemilahan sampah, zona edukasi ekonomi sirkular, Operasi Semut, hingga pengukuran dampak lingkungan berupa estimasi timbulan sampah dan emisi karbon selama acara berlangsung.
Direktur Sumber Daya Manusia & Urusan Korporat Chandra Asri Group, Suryandi, menilai olahraga sebagai medium strategis membangun generasi masa depan.
“Sebagai mitra strategis KONI bersama Barito Pacific dan Barito Renewables, Chandra Asri Group meyakini bahwa kemajuan Indonesia tidak hanya ditentukan oleh pertumbuhan ekonomi dan industri, tetapi juga oleh kualitas sumber daya manusianya. Karena itu, kami percaya bahwa investasi terbaik yang dapat dilakukan adalah memberikan ruang bagi generasi muda untuk berkembang, berprestasi, dan mengaktualisasikan potensinya,” ucap Suryandi.
Lebih dari sekadar kompetisi, Indonesia Short Course Emerging Series diarahkan menjadi legacy pembinaan jangka panjang. Ajang ini mempertemukan atlet, pelatih, orang tua, pengurus olahraga, dan sektor swasta dalam satu visi prestasi berkelanjutan.
Indonesia Short Course Emerging Series 2026 menegaskan olahraga mampu menjadi titik temu ambisi prestasi, pembentukan karakter, serta tanggung jawab sosial dan lingkungan demi masa depan olahraga Indonesia.










