Pendaki Gunung Semeru Jatuh ke Jurang, Tim SAR Berjibaku Evakuasi Korban

Pendaki Gunung Semeru Jatuh ke Jurang, Tim SAR Berjibaku Evakuasi Korban

Nasional | inews | Rabu, 3 Juni 2026 - 19:10
share

MALANG, iNews.id – Pendaki Gunung Semeru terjatuh ke jurang. Pendaki berinisial C (18) melalui jalur ilegal Candi Jawar, Desa Argoyuwono, Kecamatan Ampelgading, Kabupaten Malang, Jawa Timur. 

Kepala Kantor SAR Kelas A Surabaya, Nanang Sigit mengatakan, menerima laporan mengenai insiden tersebut pada Selasa (2/6/2026) sore. 

Tim dari Unit Siaga SAR Malang Raya kemudian diberangkatkan menuju lokasi sekitar pukul 22.55 WIB melalui jalur di lereng barat Gunung Semeru yang berada di wilayah Ampelgading.

"Kami menerima laporan adanya pendaki terperosok di jurang pendakian Gunung Semeru, Selasa sore. Tim tiba di sekitar posko pada Rabu (3/6/2026) pukul 04.00 WIB dan selanjutnya melakukaan koordinasi dengan instansi terkait dan potensi SAR yang telah ada di lokasi," ujar Nanang Sigit, Rabu (3/6/2026).

Sebelum tim SAR tiba, dua tim penyelamat lebih dahulu diberangkatkan menuju titik lokasi korban. Berdasarkan laporan terakhir, korban mengalami dislokasi dan membutuhkan bantuan evakuasi karena medan yang sulit dijangkau.

"Kondisi survivor menurut informasi terakhir yang dilaporkan, yakni survivor mengalami dislokasi dan memerlukan bantuan evakuasi karena medan yang sulit," ucapnya.

SAR juga mengerahkan tim tambahan dari berbagai unsur yang diberangkatkan pada Rabu pagi. Perjalanan menuju lokasi korban diperkirakan memakan waktu sekitar delapan jam dengan berjalan kaki.

"Estimasi perjalanan dari posko menuju lokasi survivor membutuhkan waktu kurang lebih 8 jam. Hingga saat ini proses evakuasi survivor oleh tim SAR gabungan masih berlangsung," ucapnya.

Sementara itu, Kepala Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (BB-TNBTS), Rudijanta Tjahja Nugraha, memastikan korban merupakan bagian dari tiga pendaki yang memasuki kawasan Gunung Semeru melalui jalur tidak resmi.

"Ada tiga orang pendaki yang berasal dari Semarang, Pasuruan, dan Malang, melakukan aktivitas pendakian menuju kawasan Gunung Semeru melalui jalur Candi Jawar Purbakala. Jalur yang digunakan bukan merupakan jalur resmi pendakian wisata yang dikelola BB-TNBTS," kata Rudijanta.

Dia mengingatkan, jalur Candi Jawar bukan pintu masuk resmi pendakian Gunung Semeru. Selain itu, pendakian menuju puncak Gunung Semeru masih ditutup karena aktivitas vulkanik dan pertimbangan keselamatan.

"Hingga saat ini pendakian menuju puncak Gunung Semeru masih ditutup sehubungan dengan aktivitas vulkanologi Gunung Semeru dan pertimbangan keselamatan pengunjung. Oleh karena itu, aktivitas yang dilakukan ketiga orang tersebut merupakan pendakian ilegal dan tidak tercatat dalam sistem pelayanan pendakian BB-TNBTS," ucapnya.

Topik Menarik