Leo/Daniel Minta Maaf usai Tersingkir dari Indonesia Open 2026, Ungkap Penyebab Comeback Lawan

Leo/Daniel Minta Maaf usai Tersingkir dari Indonesia Open 2026, Ungkap Penyebab Comeback Lawan

Olahraga | inews | Selasa, 2 Juni 2026 - 17:51
share

JAKARTA, iNews.id – Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin menyampaikan permintaan maaf kepada Badminton Lovers Indonesia setelah langkah mereka terhenti lebih cepat di Indonesia Open 2026. Kekalahan tersebut terasa menyakitkan karena mereka sempat unggul jauh pada gim penentuan sebelum akhirnya kehilangan momentum.

Bermain di Istora Gelora Bung Karno, Jakarta, Selasa (2/6/2026), Leo/Daniel harus mengakui keunggulan pasangan Taiwan, Lee Jhe-Huei/Yang Po-Hsuan. Ganda putra Indonesia itu kalah melalui pertarungan tiga gim dengan skor 16-21, 21-13, dan 19-21.

Kekalahan ini menjadi pukulan bagi Leo/Daniel yang tampil di hadapan publik sendiri. Setelah pertandingan berakhir, Daniel langsung menyampaikan permintaan maaf kepada para pendukung yang telah memberikan dukungan penuh sepanjang laga.

"Pertama-tama kami mohon maaf kepada suporter Indonesia, karena kami belum bisa memberikan hasil yang terbaik di Indonesia Open kali ini,” ujar Daniel, dikutip dari rilis PBSI.  

“Tadi kami sudah berjuang, walaupun di game ketiga tadi kami agak terburu-buru. Ke depannya kami akan memperbaiki kesalahan-kesalahan kami, dan semoga di turnamen berikutnya kami bisa memberikan hasil yang terbaik,” katanya.

Pada gim ketiga, Leo/Daniel sebenarnya berada di atas angin. Mereka sempat memimpin jauh dengan skor 12-4 dan terlihat memiliki peluang besar untuk mengamankan kemenangan.

Namun, Lee/Yang perlahan bangkit dan terus menekan hingga mampu menyamakan kedudukan menjadi 16-16. Setelah itu, pasangan Taiwan semakin percaya diri dan berhasil membalikkan keadaan pada poin-poin krusial.

Leo mengakui dia dan Daniel bermain terlalu terburu-buru sepanjang pertandingan. Kondisi tersebut membuat mereka gagal menjaga ritme permainan ketika lawan mulai mengubah tempo.

“Pastinya di seluruh game tadi, kami bermain terburu-buru. Terus waktu unggul, kami harusnya terus menyerang, tapi mereka mengubah tempo permainan. Sebenarnya kami juga sudah mencoba untuk tidak meladeni mereka, tapi mereka mungkin sudah mengantisipasi bola-bola kami, tapi ternyata mereka malah bisa membalikan keadaan,” ujar Leo.

Daniel juga menilai kekalahan tersebut lebih banyak dipengaruhi kesalahan sendiri. Menurut dia, ada sejumlah poin yang seharusnya bisa diamankan, tetapi justru berakhir menjadi keuntungan lawan.

“Sebenarnya tidak ada masalah fokus, cuma kami banyak melakukan kesalahan sendiri. Terus harusnya bola nggak boleh mati, tapi kami mati. Mungkin lapangan juga cukup berangin,” tuturnya.


Tak Mau Larut dalam Kekecewaan

Indonesia Open 2026 menjadi turnamen ketiga bagi Leo/Daniel sejak kembali dipasangkan. Sebelumnya, Daniel harus menepi cukup lama setelah mengalami cedera lutut kiri saat Piala Sudirman 2025 dan menjalani operasi.

Cedera tersebut membuat Daniel absen selama sekitar satu tahun. Meski begitu, comeback mereka langsung mencuri perhatian ketika berhasil merebut gelar juara Thailand Open 2026.

Setelah sukses di Thailand, performa Leo/Daniel belum konsisten. Mereka tersingkir pada babak pertama Malaysia Masters 2026 dan kini harus mengakhiri perjuangan lebih cepat di Indonesia Open 2026.

“Di dua pertandingan terakhir ini memang hasilnya kurang bagus. Tapi secara permainan, kami juga sudah mencoba untuk tidak terlalu jauh hasilnya di Malaysia kemarin, kami juga bisa melawan,” tutur Leo.  

“Dan yang harus digarisbawahi karena waktu awal dipasangkan lagi kan kami langsung juara ya, ekspektasi orang pasti tinggi. Jadi sebenarnya waktu hasilnya di Thailand itu juara, kami berdua tidak menyangka, karena kondisi juga baru habis cedera. Buat saya sendiri sih bonus,” jelasnya.

Meski gagal memenuhi harapan publik di Istora, Leo/Daniel tidak ingin terlalu lama terjebak dalam kekecewaan. Keduanya bertekad segera kembali berlatih untuk mempersiapkan diri menghadapi turnamen berikutnya, yakni Australia Open dan Macau Open.

Topik Menarik