Jemaah Haji 2026 Kini Bisa Unduh Sertifikat Resmi Lewat Nusuk, Cukup Scan Barcode

Jemaah Haji 2026 Kini Bisa Unduh Sertifikat Resmi Lewat Nusuk, Cukup Scan Barcode

Terkini | inews | Minggu, 31 Mei 2026 - 22:53
share

MAKKAH, iNews.id - Ratusan ribu jemaah haji Indonesia tahun 2026 kini tidak perlu lagi direpotkan dengan urusan birokrasi manual saat hendak mengurus dokumen pasca-ibadah. Pemerintah Arab Saudi telah memfasilitasi pencetakan sertifikat haji resmi yang bisa diunduh secara mandiri melalui platform digital Kartu Nusuk.

Kemudahan layanan mandiri tersebut otomatis terbuka sesaat setelah jemaah berhasil merampungkan fase puncak haji di kawasan Armuzna. Pengunduhan dokumen otentik ini dapat dieksekusi di kamar hotel Makkah maupun saat jemaah sudah kembali berkumpul bersama keluarga di Indonesia.

Kartu Nusuk terbukti bukan hanya sekadar tanda pengenal visual untuk menembus akses peribadatan di Tanah Suci. Sistem cerdas ini telah menjelma menjadi kunci utama untuk membuka seluruh pintu layanan administrasi jamaah lintas negara.

Untuk memastikan kenyamanan tata bahasa penggunanya, sistem elektronik canggih ini menyiapkan format sertifikat dalam berbagai ragam bahasa dunia. Tercatat ada pilihan bahasa Arab, Inggris, Prancis, Turki, Urdu, Malaysia, hingga bahasa Persia yang dapat dipilih secara bebas.

Panduan teknis untuk mengamankan dokumen ini selalu diawali dengan memindai kode barcode pada fisik atau aplikasi Kartu Nusuk jemaah. Melalui pindaian pintar tersebut, jemaah akan langsung diarahkan menuju lorong portal resmi milik otoritas Kerajaan Arab Saudi.

Sesampainya di halaman beranda portal, jemaah sangat dianjurkan untuk segera menekan dan memilih opsi Bahasa Inggris di sudut kiri atas layar. Langkah penyesuaian ini bertujuan mutlak untuk mempermudah pemahaman tata letak menu navigasi bagi kalangan awam.

Proses selanjutnya berlanjut mulus dengan mengeklik menu "View Certificate" dan dilanjutkan menekan tombol "Certificate Language". Pada tahap penentuan inilah jemaah bebas mencantumkan salah satu dari tujuh bahasa pengantar resmi ke dalam sertifikat mereka.

Otoritas juga memberikan kebebasan bagi para tamu Allah untuk melihat kerangka tampilan dokumen melalui ketersediaan fitur "Preview Certificate". Melalui fitur pratinjau ini, jemaah dimungkinkan mengambil gambar tangkapan layar gawai mereka sebagai bentuk penyimpanan arsip cadangan.

Langkah paling pamungkas untuk menyedot dokumen dengan kualitas resolusi cetak terbaik adalah dengan mengeklik tautan "Download PDF". Berkas sertifikat haji nan sakral tersebut akan langsung terunduh secara kilat dan aman ke dalam brankas penyimpanan ponsel.

Keberadaan dokumen dalam ekstensi PDF ini merangkum bukti paling sah dari penyelesaian rukun Islam kelima di musim haji 1447 Hijriah. Digitalisasi sertifikasi ini sekaligus secara ampuh mematikan seluruh potensi risiko hilangnya sertifikat fisik saat penerbangan pulang.

"Keberadaan sertifikat digital juga memudahkan jemaah menyimpan dokumen secara aman karena dapat diakses dan diunduh langsung," jelas keterangan otoritas haji merujuk pada keunggulan inovasi tersebut.

Topik Menarik