Tragis! Kakak Adik di Pelalawan Dibegal Modus Motor Mogok, 1 Tewas, 1 Diikat

Tragis! Kakak Adik di Pelalawan Dibegal Modus Motor Mogok, 1 Tewas, 1 Diikat

Nasional | inews | Minggu, 31 Mei 2026 - 16:58
share

PELALAWAN, iNews.id - Kasus dugaan pembegalan sadis menggemparkan warga Kabupaten Pelalawan, Riau. Dua orang pemuda yang merupakan kakak adik menjadi korban komplotan begal di jalan perkebunan kelapa sawit Dusun 3, Desa Pangkalan Panduk, Kecamatan Kerumutan, Kabupaten Pelalawan. 

Akibat peristiwa tersebut, sang kakak yang bernama Julfan Setia Hulu (20) tewas mengenaskan dengan luka robek di kepala bagian belakang. Sementara adiknya, Jelvi Hulu (15), berhasil selamat dari maut meski mengalami luka-luka dan lebam bekas pukulan benda tumpul. 

Peristiwa naas ini terjadi pada Jumat (29/5/2026) sore, namun korban baru bisa dievakuasi oleh warga pada malam harinya sekitar pukul 21.00 WIB. 

Berdasarkan pengakuan korban selamat, Jelvi Hulu, kejadian bermula saat ia dan kakaknya baru saja pulang membeli air minum isi ulang sekitar pukul 16.30 WIB dengan mengendarai sepeda motor Honda Revo warna merah. 

Saat melintasi jalan kebun yang sepi dan jauh dari pemukiman warga, laju kendaraan mereka tiba-tiba dihentikan oleh seorang pria tidak dikenal. Pria tersebut berdalih sepeda motornya mogok dan meminta bantuan korban untuk menarik kendaraannya ke bengkel terdekat.

"Karena kasihan, kami mencoba menolong. Kami turun dari motor lalu berjalan mendekati motor pelaku yang berjarak sekitar 30 meter," ujar Jelvi, Minggu (31/5/2026). 

Namun baru berjalan sekitar 10 meter, petaka datang. Dari arah belakang, tiba-tiba muncul pelaku lain yang langsung mengacungkan senjata tajam jenis parang. Sontak, kakak beradik ini lari kocar-kacir menyelamatkan diri. 

Nahas, komplotan begal tersebut berhasil mengejar kedua korban. Jelvi dihantam menggunakan balok kayu pada bagian belakang tubuhnya secara membabi buta. Agar tidak terus menjadi bulan-bulanan pelaku, remaja 15 tahun ini terpaksa berpura-pura pingsan. 

Melihat korban tidak bergerak, komplotan begal langsung mengikat tangan dan kaki Jelvi menggunakan tali. Dari kejauhan, dalam kondisi terikat, Jelvi mengaku sempat mendengar jeritan histeris sang kakak yang berulang kali berteriak meminta pertolongan. 

"Tidak lama kemudian suara kakak saya hilang, lalu terdengar suara motor Revo kami dibawa kabur oleh mereka," kata Jelvi lirih. 

Sekitar pukul 19.00 WIB, Jelvi akhirnya berhasil melepaskan ikatan di tangan dan kakinya. Ia langsung bergegas mencari keberadaan sang kakak. Julfan akhirnya ditemukan tergeletak tak berdaya di dalam semak-semak dengan kondisi kepala bersimbah darah. 

Melihat kondisi tersebut, Jelvi langsung berlari sejauh 4 kilometer menuju rumahnya untuk memberitahu orang tua dan warga sekitar. 

Mendengar kabar tersebut, orang tua korban bersama warga beramai-ramai mendatangi lokasi kejadian. Julfan ditemukan dalam kondisi pingsan akibat pendarahan hebat. Sekitar pukul 21.30 WIB, korban langsung dilarikan ke Puskesmas Rawat Inap Bunut, namun sayang nyawanya sudah tidak tertolong lagi.

Jasad Julfan kemudian disemayamkan di rumah kerabatnya di Jalan Sakura, Kecamatan Pangkalan Kerinci. Pada Minggu (31/5/2026) siang, jenazah korban telah dimakamkan oleh pihak keluarga di Pemakaman Persatuan Keluarga Nias Pelalawan, Desa Kemang.

Keluarga Minta Polisi Usut Tuntas

Pihak keluarga korban tidak tinggal diam atas kejadian biadab ini. Didampingi kuasa hukum dari Ikatan Keluarga Nias, kasus pembegalan maut ini telah resmi dilaporkan ke Polsek Kerumutan dan Polres Pelalawan. 

"Kami sudah melaporkan kasus ini dan menyerahkan sepenuhnya kepada penegak hukum. Kami sangat berharap pihak kepolisian dari Polsek Kerumutan dan Polres Pelalawan bisa secepatnya menangkap komplotan begal sadis ini," tegas pengacara keluarga korban, Eprisman Arianjaya. 

Hingga saat ini, pihak kepolisian dilaporkan tengah melakukan penyelidikan mendalam dan memburu para pelaku yang telah mengantongi ciri-cirinya berdasarkan keterangan saksi korban.

Topik Menarik