Jelang Detik-Detik Waisak 2026, Ratusan Umat Buddha Padati Vihara Jakarta Dhammacakka Jaya

Jelang Detik-Detik Waisak 2026, Ratusan Umat Buddha Padati Vihara Jakarta Dhammacakka Jaya

Berita Utama | inews | Minggu, 31 Mei 2026 - 15:58
share

JAKARTA, iNews.id – Suasana khidmat mulai terasa di Vihara Jakarta Dhammacakka Jaya, Jakarta Utara, pada Minggu (31/5/2026). Ratusan umat Buddha tampak berdatangan sejak siang hari untuk mengikuti rangkaian perayaan Hari Raya Waisak 2569 BE yang puncaknya berlangsung pada sore ini.

Pantauan iNews.id di lokasi menunjukkan para umat telah memadati area vihara sejak sekitar pukul 12.00 WIB. Mereka memilih datang lebih awal untuk bersembahyang, bermeditasi, dan mempersiapkan diri secara spiritual sebelum mengikuti ritual utama yang akan dipimpin Bhikkhu Sangha.

Di area vihara, berbagai persiapan juga telah dilakukan oleh pengurus. Tenda, kursi, hingga karpet untuk para umat telah tertata rapi guna mendukung kelancaran perayaan yang diperkirakan dihadiri ratusan peserta.

Ketua Dayaka Sabha sekaligus Pengurus Vihara Jakarta Dhammacakka Jaya, Unico Husien, menjelaskan bahwa rangkaian perayaan Waisak sebenarnya telah dimulai sejak pagi hari.

"Ritual perayaan tadi pagi sudah dimulai pukul 09.09 WIB, diawali dengan Bhikkhu Sangha memasuki gedung Uposatha diiringi bunyi tambur dan kendang. Setelah itu dilakukan pembacaan Paritta, pelimpahan jasa, pembacaan Visakha Puja Gatha, Dhamma Dhesana oleh Bhante Ratanadhiro, kemudian pemercikan tirta dan diakhiri dengan Ettavata," ujar Unico saat ditemui di lokasi, Minggu (31/5/2026).

Menurut dia, puncak perayaan Waisak akan berlangsung pada sore hari melalui upacara detik-detik Waisak yang dimulai sekitar pukul 15.10 WIB.

"Tahun ini detik-detik Waisak jatuh pada pukul 15.44.44 WIB. Karena itu, kami akan menggelar upacara khusus menjelang waktu tersebut," katanya.

Menjelang dimulainya ritual utama, para umat terlihat memanfaatkan waktu dengan melakukan namaskara atau penghormatan dan sembahyang di depan altar serta patung Buddha. Sebagian lainnya tampak duduk tenang melakukan refleksi dan meditasi.

Unico mengatakan, momentum Waisak menjadi kesempatan bagi umat Buddha untuk memperkuat nilai-nilai kebajikan sekaligus mendoakan kedamaian bagi seluruh makhluk.

"Melalui perayaan Waisak ini, umat Buddha berharap semua makhluk hidup dapat memperoleh kesejahteraan, kebahagiaan, dan kedamaian," tuturnya.

Adapun rangkaian upacara yang akan dilaksanakan menjelang detik-detik Waisak meliputi penyalaan lilin, Namakkara, pembacaan Paritta, meditasi menjelang detik-detik Waisak, pelimpahan jasa, pemercikan tirta, hingga pembacaan Ettavata sebagai penutup rangkaian perayaan.

Perayaan Waisak sendiri merupakan hari suci umat Buddha yang memperingati tiga peristiwa agung dalam kehidupan Buddha Gautama, yakni kelahiran, pencapaian Penerangan Sempurna, dan wafatnya atau Parinibbana Sang Buddha. 

Pada tahun ini, umat Buddha di berbagai daerah di Indonesia merayakan Waisak dengan penuh khidmat melalui doa, meditasi, dan berbagai kegiatan kebajikan.

Topik Menarik