FIFA Setujui Pemindahan Markas Timnas Iran ke Tijuana Meksiko

FIFA Setujui Pemindahan Markas Timnas Iran ke Tijuana Meksiko

Terkini | inews | Minggu, 31 Mei 2026 - 08:36
share

JAKARTA, iNews.id - Tim nasional Iran dipastikan akan bermarkas di Meksiko selama gelaran Piala Dunia 2026. Langkah ini diambil setelah Amerika Serikat menolak memberikan izin tinggal bagi skuad Iran akibat ketegangan politik yang terus memanas di antara kedua negara.

Presiden Meksiko, Claudia Sheinbaum, mengonfirmasi bahwa negaranya siap menampung tim tersebut demi kelancaran turnamen. Keputusan relokasi ini juga telah disetujui oleh FIFA setelah adanya pengajuan resmi dari Federasi Sepak Bola Iran.

Iran sendiri berhasil lolos ke Piala Dunia 2026 sebagai juara Grup A kualifikasi Asia dan kini tergabung di Grup G bersama Selandia Baru, Belgia, dan Mesir. Sejak awal, keikutsertaan Iran memang memicu kontroversi karena memburuknya hubungan diplomatik dengan Amerika Serikat yang bertindak sebagai salah satu tuan rumah.

Situasi semakin rumit karena adanya kebijakan larangan perjalanan dari era Donald Trump yang sempat menyatakan bahwa demi keselamatan, para pemain Iran sebaiknya tidak datang ke Amerika Serikat.

Awalnya, Iran dijadwalkan menetap di Tucson, Arizona, karena seluruh pertandingan Grup G akan dimainkan di wilayah Amerika Serikat. Namun, rencana tersebut berubah total setelah Presiden Federasi Sepak Bola Iran, Mehdi Taj, bernegosiasi dengan Sekretaris Jenderal FIFA, Mattias Grafstrom.

FIFA akhirnya menyetujui pemindahan markas ke Centro Xoloitzcuintle di Tijuana, Meksiko, dan timnas Iran rencananya akan bermobilisasi menggunakan maskapai Iran Air.

Dalam konferensi persnya, Presiden Claudia Sheinbaum menegaskan bahwa Meksiko tidak memiliki alasan untuk menolak kehadiran timnas Iran. Ia menjelaskan bahwa pihak Amerika Serikat keberatan jika skuad Iran bermalam di sana, sehingga ketika pihak Iran meminta izin untuk tinggal di Meksiko, pemerintah Meksiko langsung menyetujuinya tanpa masalah.

Meskipun tinggal dan bermarkas di Meksiko, seluruh pertandingan Iran akan tetap digelar di Amerika Serikat. Mereka dijadwalkan melakoni dua pertandingan di SoFi Stadium melawan Selandia Baru dan Belgia, serta satu laga melawan Mesir di Lumen Field pada 26 Juni.

Strategi ini dinilai cukup efisien karena jarak penerbangan dari Tijuana ke Los Angeles hanya memakan waktu sekitar 55 menit. Dengan skema ini, skuad Iran hanya akan berada di wilayah Amerika Serikat untuk agenda resmi dan pertandingan, lalu segera kembali ke Meksiko setelah laga usai.

Saat ini, para pemain Iran sedang berada di Turki untuk mengurus visa sekaligus menjalani pemusatan latihan dan uji coba melawan Gambia di Antalya.

Topik Menarik