Kecelakaan di Lebak, Pemotor asal Madura Tewas Terperosok Lubang Proyek Jalan

Kecelakaan di Lebak, Pemotor asal Madura Tewas Terperosok Lubang Proyek Jalan

Nasional | inews | Minggu, 31 Mei 2026 - 00:36
share

LEBAK, iNews.id - Seorang pengendara motor tewas kecelakaan di ruas Jalan Kaduagung-Cileles, tepatnya di Kampung Bogo, Desa Muara Dua, Kecamatan Cikulur, Kabupaten Lebak, Banten, Jumat (29/5/2026) malam. Korban bernama Mohammad Nur (28) diduga terperosok ke area proyek perbaikan jalan yang sedang dikerjakan.

Korban yang merupakan warga asal Madura mengalami luka berat akibat benturan keras setelah terjatuh ke dalam area galian proyek jalan. Nahas, nyawanya tidak tertolong dan tewas di lokasi kejadian.

Berdasarkan hasil penyelidikan sementara, korban awalnya mengendarai motor dari arah Cileles menuju Kaduagung. Saat tiba di lokasi lokasi kejadian yang merupakan proyek perbaikan jalan di Kampung Bogo, kendaraan diduga masuk ke jalur pekerjaan yang sedang digali.

Kanit Gakkum Satlantas Polres Lebak Ipda Aris Setiawan membenarkan adanya kecelakaan tunggal yang menyebabkan korban tewas.

"Benar, telah terjadi kecelakaan tunggal di ruas jalan Kaduagung–Cileles yang mengakibatkan satu orang pengendara sepeda motor meninggal dunia," ujar Ipda Aris dikutip dari iNews Banten, Sabtu (30/5/2026).

Menurutnya, korban diduga tidak dapat mengantisipasi kondisi jalan yang sedang dalam proses pengerjaan sehingga kendaraannya terperosok ke area galian proyek.

"Korban diduga tidak dapat mengantisipasi kondisi jalan yang sedang dalam pekerjaan sehingga kendaraan terperosok ke area galian proyek dan korban terjatuh," katanya.

Benturan keras yang dialami korban menyebabkan luka berat di sejumlah bagian tubuh. Korban dinyatakan tewas sebelum sempat mendapatkan pertolongan medis.

Petugas dari Polsek Cikulur dan Satlantas Polres Lebak yang menerima laporan langsung menuju lokasi kejadian untuk mengevakuasi korban serta mengatur arus lalu lintas. Setelah proses evakuasi selesai, jasad korban dibawa ke RSUD Adjidarmo Rangkasbitung.

"Setelah proses evakuasi, korban kemudian dibawa ke RSUD Adjidarmo Rangkasbitung untuk penanganan lebih lanjut," ucapnya.

Peristiwa ini menjadi perhatian warga karena lokasi proyek disebut minim penerangan saat malam hari sehingga berpotensi membahayakan pengguna jalan.

Sejumlah warga sekitar mengaku kondisi proyek jalan tersebut cukup berisiko bagi pengguna jalan yang melintas pada malam hari.

Selain minim penerangan, warga menilai perlu adanya rambu dan tanda peringatan yang lebih jelas agar pengendara dapat mengetahui adanya pekerjaan jalan di lokasi tersebut.

"Kalau malam gelap, apalagi kalau pengendara tidak hafal jalan bisa berbahaya. Harusnya ada pengamanan lebih jelas dan lampu peringatan," ujar salah seorang warga.

Hingga saat ini polisi masih melakukan pendalaman untuk mengetahui penyebab pasti kecelakaan, termasuk memeriksa standar pengamanan proyek jalan yang sedang berlangsung di lokasi kejadian.

Topik Menarik