Dukungan BRI Bantu KWT Mawar 8 Jaga Mutu Panen, Sayuran Makin Berkualitas

Dukungan BRI Bantu KWT Mawar 8 Jaga Mutu Panen, Sayuran Makin Berkualitas

Ekonomi | inews | Sabtu, 30 Mei 2026 - 13:21
share

TANGERANG, iNews.id - Kelompok Wanita Tani (KWT) Mawar 8 di RW 004 Kelurahan Porisgaga Baru, Kecamatan Batuceper, Kota Tangerang, berupaya menjaga kualitas hasil panen kebun hidroponik secara maksimal. Mereka memiliki prinsip agar warga sekitar mendapatkan sayuran segar dengan kualitas terbaik.

Ketua KWT Mawar 8, Yuliana Sri Prihantini, mengatakan kelompoknya selalu mengutamakan kualitas sayuran yang dipasarkan kepada warga sekitar. Karena tanpa menggunakan pestisida kimia, tanaman harus dipantau setiap hari untuk mengantisipasi serangan hama maupun dampak cuaca.

“Pokoknya gak boleh ada yang jelek dikit. Jadi kita kasih yang terbagus,” kata Yuliana saat ditemui iNews.id, dikutip Sabtu (30/5/2026).

Ketua KWT Mawar 8, Yuliana Sri Prihantini berpose dengan sayuran yang dipanen dari kebun hidroponik. (Foto: Rizky Agustian)

Kualitas Panen Jadi Prioritas Utama

Menurut dia, anggota KWT sering memanen tanaman lebih cepat ketika melihat tanda-tanda serangan hama. Langkah itu dilakukan agar kualitas sayuran tetap terjaga saat sampai ke tangan warga.

“Kita panen kalau sekiranya mau ada ulat, panen sekarang. Kita jual walaupun belum maksimal untuk menjaga kualitasnya,” ujarnya.

Yuliana mengatakan hasil panen KWT Mawar 8 selama ini diprioritaskan untuk masyarakat sekitar. Sayuran dijual dengan harga terjangkau agar bisa dinikmati lebih banyak warga.

Hasil panen kebun hidroponik binaan KWT Mawar 8 Porisgaga Baru, Batuceper, Kota Tangerang, yang dijual kepada masyarakat sekitar dengan harga di bawah pasar. (Foto: Rizky Agustian)

“Kalau bisa warga semuanya menikmati sayuran yang ada di sini kualitasnya yang bagus, tanpa obat macam-macam,” katanya.

Menurut dia, warga sekitar sudah cukup akrab dengan aktivitas panen KWT Mawar 8. Bahkan tak sedikit yang rutin menunggu informasi panen melalui grup WhatsApp lingkungan.

Sayuran yang dipanen antara lain pokcoy, caisim, bayam, seledri, hingga sawi pahit. Harga yang ditawarkan pun relatif murah, berkisar Rp10.000 per kemasan. 

Jika kualitas hasil panen sedikit menurun akibat faktor cuaca, harga akan disesuaikan.

“Yang beli senang sih, sayurannya lebih manis, muda. Harganya paling tinggi Rp10.000 satu pak,” kata Yuliana.

Dukungan BRI Bantu Pengembangan Kebun Hidroponik

Komitmen menjaga kualitas tersebut semakin mudah dilakukan setelah KWT Mawar 8 mendapatkan dukungan fasilitas dari program BRI Peduli Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) serta BRI Bertani di Kota (BRInita). Bantuan tersebut berupa rumah hidroponik, rumah semai, pendopo, hingga perbaikan area kebun yang sebelumnya rawan banjir.

Rumah semai bantuan Program BRI Peduli TJSL kepada KWT Mawar 8. (Foto: Rizky Agustian)

Menurut dia, bantuan dari BRI sangat membantu perkembangan kebun hidroponik yang sebelumnya serba terbatas. Berbagai fasilitas yang diberikan BRI, mulai dari rumah semai, pendopo, hingga perbaikan area kebun, mampu menunjang aktivitas kelompoknya.

Bahkan, kata Yuliana, perwakilan BRI secara proaktif mencatat dan memenuhi kebutuhan yang dianggap penting untuk menunjang perkembangan kebun KWT Mawar 8.

“Pokoknya butuhnya apa yang menunjang kemajuan ini (KWT Mawar 8), okelah,” katanya.

Sementara itu, Sekretaris KWT Mawar 8 Lie Vonny menambahkan kelompoknya lebih memilih menjaga kualitas dibanding mengejar volume produksi. Karena itu, sayuran yang dinilai kurang layak dijual biasanya dibagikan kepada warga.

“Ada saatnya kita memberi, ada saatnya jual. Kalau sayur kami tidak layak untuk jual, kami bagi,” ujar Vonny.

Menurut dia, kondisi cuaca menjadi salah satu tantangan terbesar dalam budidaya hidroponik. Curah hujan yang tinggi dapat memengaruhi kualitas tanaman dan memicu munculnya hama.

“Kemarin agak kuning karena pengaruh cuaca hujan. Tandon air saya kecampuran air hujan terus, mulai datang hama,” katanya.

Sekretaris KWT Mawar 8, Lie Vonny memanen sayuran hidroponik. (Foto: Rizky Agustian)

Meski dibagikan secara gratis, Vonny memastikan sayuran tetap dikemas dengan baik sebelum diberikan kepada warga.

“Siapa pun yang lewat kami bagi, tapi tetap kami packaging dengan rapi. Gak mau kami mengurangi kualitas,” ujarnya.

“Saya kan jual kualitas, bukan jual kuantitas,” tambahnya.

Hasil Panen Dinikmati Warga Sekitar

Ketua RW 004 Kelurahan Porisgaga Baru, Kecamatan Batuceper, Kota Tangerang, M Amiruddin menilai keberadaan KWT Mawar 8 memberi manfaat nyata bagi warga sekitar. Hasil panen dari KWT Mawar 8 diprioritaskan untuk kebutuhan warga RW 004. 

Menurut dia, sayuran dijual dengan harga lebih murah dibanding pasar agar bisa dijangkau masyarakat sekitar.

“Hasilnya pun dinikmati juga sama warga, harganya pun harga di bawah pasar,” kata Amiruddin.

Dia menilai semangat gotong royong menjadi salah satu kekuatan utama yang membuat KWT Mawar 8 mampu bertahan hingga sekarang. Selain anggota KWT, banyak warga ikut membantu sesuai kemampuan masing-masing.

“Memang kegiatan ini dari kita untuk warga semua, dan itu dirasakan sama warga kita,” ujarnya.

BRInita Dukung Ketahanan Pangan Perkotaan

Corporate Secretary BRI Dhanny mengatakan BRI terus menegaskan komitmennya dalam mendukung keberlanjutan dan keberpihakan pada lingkungan. Menurut dia, hasil dari kegiatan urban farming dapat memberikan manfaat bagi anggota KWT maupun masyarakat sekitar.

"Panen bisa dipakai untuk pangan keluarga, dijual untuk tambah penghasilan, atau ditukar dalam program sosial sebagai apresiasi,” ujar Dhanny.

Dia menyatakan kegiatan urban farming yang didukung BRI Peduli diharapkan dapat mengurangi polusi lingkungan hingga menambah keasrian lingkungan. Pelaksanaan BRInita juga mendukung tercapainya Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB)/ Sustainable Development Goals (SDGs).

Program ini juga mendukung Asta Cita Pemerintah, yaitu memantapkan sistem pertahanan keamanan negara dan mendorong kemandirian bangsa melalui swasembada pangan, energi, air, ekonomi kreatif, ekonomi hijau, dan ekonomi biru.

"Bersama, kita wujudkan kota yang sehat dan berkelanjutan, demi masa depan pangan yang lebih baik untuk seluruh generasi," ucap Dhanny.

Topik Menarik