Kulit Gatal dan Muncul Ruam Merah, Jangan Anggap Sepele Bisa Jadi Penyakit Menular Skabies

Kulit Gatal dan Muncul Ruam Merah, Jangan Anggap Sepele Bisa Jadi Penyakit Menular Skabies

Gaya Hidup | inews | Jum'at, 29 Mei 2026 - 07:45
share

JAKARTA, iNews.id - Pernah mengalami gatal hebat disertai ruam merah dan bentol-bentol kecil di kulit? Kondisi tersebut jangan dianggap sepele karena bisa menjadi tanda Skabies, penyakit kulit menular yang disebabkan oleh tungau kecil bernama Sarcoptes scabiei.

Dokter umum sekaligus influencer kesehatan Aditya Surya Pratama menjelaskan, tungau penyebab Skabies masuk ke lapisan kulit paling atas dan membuat terowongan kecil untuk bertelur.

“Dia kecil banget, bernama Sarcoptes scabiei. Nah, tungau bandel ini dia masuk lapisan kulit paling atas, lalu dia bikin terowongan kecil, lalu bertelur di dalamnya,” kata dr Aditya, dikutip Jumat (29/5/2026).

Menurutnya, gejala Skabies biasanya berupa rasa gatal hebat terutama pada malam hari. Selain itu muncul ruam merah dengan bentol kecil menyerupai jerawat di beberapa bagian tubuh seperti sela-sela jari, pergelangan tangan, ketiak, lipatan paha hingga area genital.

Penularan penyakit ini umumnya terjadi melalui kontak kulit langsung dalam waktu cukup lama. Risiko juga meningkat apabila menggunakan barang pribadi secara bersamaan dengan penderita.

“Misalnya, tidur bareng atau tinggal serumah dengan penderita, atau misalnya juga penggunaan barang pribadi seperti misalnya handuk, seprai, atau baju yang dipakai secara bersamaan,” ujar dia.

Meski terdengar mengkhawatirkan, dr Aditya mengatakan Skabies termasuk penyakit yang cukup umum terjadi. Bahkan penyakit ini masuk dalam kategori Neglected Tropical Diseases dengan jumlah kasus mencapai lebih dari 200 juta setiap tahun di dunia.

Untuk pengobatan, dia menyebut penggunaan krim anti parasit seperti Permethrin 5 persen menjadi salah satu terapi yang paling umum dilakukan. Krim tersebut dioleskan ke seluruh tubuh mulai dari leher hingga kaki dan didiamkan selama delapan sampai 12 jam.

“Lalu ini diulang sesuai anjuran, biasanya kurang lebih 7 hari. Dalam beberapa kasus, itu bisa ditambah obat minum seperti misalnya ivermectin atau ada tambahan obat lain sesuai dengan kondisi tubuh pasiennya,” katanya.

Dia juga mengingatkan, apabila ada satu anggota keluarga yang terkena Skabies maka seluruh penghuni rumah sebaiknya ikut menjalani pengobatan. Langkah tersebut dilakukan meski anggota keluarga lain belum menunjukkan gejala.

“Karena penelitian klinis menunjukkan bahwa kombinasi terapi topikal dan pengobatan seluruh kontak serumah ini bisa meningkatkan angka kesembuhan itu secara signifikan,” katanya.

Untuk mencegah penularan, masyarakat disarankan menjaga kebersihan dan tidak berbagi barang pribadi dengan orang lain. dr Aditya menegaskan, Skabies bukan berkaitan dengan bersih atau kotornya seseorang, melainkan soal penularan.

“Jadi kalau kamu atau orang sekitar kamu mulai gatal enggak wajar, jangan ditunda. Karena skabies itu bukan soal bersih atau kotornya, tapi soal penularannya,” ujarnya.

Topik Menarik